Milad 15 Tahun SPIDI Female Boarding School: Menembus Batas di Bulan Suci dengan Semangat “Bergerak Cepat, Berdampak Lebih Luas”

Makassar – Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI Female Boarding School) baru saja mengukir catatan sejarah baru. Di tengah kekhusyukan bulan suci Ramadan, Sekolah Putri Terbaik di Indonesia Timur ini merayakan Milad ke-15 pada tanggal 26-27 Maret 2026. Angka 15 tahun bukan sekadar penanda usia, melainkan momentum bagi SPIDI untuk menegaskan visinya melalui tema: “Bergerak Cepat, Berdampak Lebih Luas”. Harmoni Ibadah dalam Perayaan Milad Berbeda dengan seremoni pada umumnya, perayaan milad kali ini dikemas dalam balutan spiritual melalui kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT). Seluruh civitas akademika, mulai dari jajaran Direksi, guru dan staf ikut dalam rangkaian ibadah bersama yang memperkuat ukhuwah di bawah naungan bulan suci Ramadan. Hadir dalam momentum istimewa ini, Ust. Muzayyin Arif, M.Pd. (Ketua Dewan Pembina), Ust. Safwan Saad, Lc., M.Si. (Ketua Yayasan), dan Ibu Mukhlisah Arif, S.Pd.I. (Direktur Eksekutif SPIDI). Pesan Strategis dari Pucuk Pimpinan Dalam arahannya, Ust. Muzayyin Arif, M.Pd. menekankan pentingnya akselerasi di era global. Beliau menyampaikan bahwa SPIDI harus menjadi institusi yang dinamis. “Dunia bergerak sangat cepat, maka SPIDI tidak boleh lambat. Tema ‘Bergerak Cepat, Berdampak Lebih Luas’ adalah komitmen kita untuk memastikan bahwa setiap inovasi yang lahir dari sekolah ini tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh siswa, tetapi juga harus memberi dampak bagi masyarakat luas dan umat,” tegas Ust. Muzayyin. Senada dengan hal tersebut, Ust. Safwan Saad, Lc., M.Si. selaku Ketua Yayasan mengingatkan bahwa fondasi dari setiap gerak cepat tersebut haruslah sesuai dengan nilai-nilai keislaman yang kokoh, yang menjadi ciri khas Darul Istiqamah. Merawat Keikhlasan, Meneguhkan Profesionalisme Direktur Eksekutif SPIDI, Ibu Mukhlisah Arif, S.Pd.I., mengungkapkan rasa syukurnya karena milad tahun ini bertepatan dengan Ramadan. Menurutnya, MABIT yang dilaksanakan selama dua hari ini adalah sarana “cas energi” bagi seluruh tim untuk bisa bersinergi. “Kami memulai pergerakan besar ini dari hati. Melalui MABIT, kita sinkronkan kembali niat agar di usia ke-15 ini, keberadaan SPIDI semakin dirasakan manfaatnya oleh dunia pendidikan muslimah secara global,” ujar Ibu Mukhlisah. Penulis: Minarni Puspita, S.I.Kom