Siswi SPIDI Wakili Sulsel di Ajang Literasi Nasional

Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) Maros kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Aisyah Syahrir, siswi SPIDI yang mewakili tim Content Creator SPIDI, berhasil meraih Juara Pertama Lomba Video Konten Literasi pada seleksi Festival Literasi Perpusnas 2025 tingkat Sulawesi Selatan. Dengan kemenangan ini, Aisyah akan menjadi delegasi resmi Sulsel pada Festival Literasi Nasional yang akan berlangsung pada 27–29 Oktober 2025 di Hotel Grand Mercure, Jakarta Kemayoran. SPIDI, yang dikenal sebagai female boarding school, terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda berprestasi. Sepanjang 2025, puluhan penghargaan telah diraih siswinya dari berbagai kompetisi nasional dan internasional, mulai dari literasi digital, seni, olahraga, hingga riset ilmiah. Vice Executive Director SPIDI, Irmayanti Arifuddin MPd, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian siswinya. “Kami sangat bangga atas capaian Aisyah. Prestasi ini menunjukkan bahwa siswi SPIDI mampu bersaing di level nasional. SPIDI akan terus menjadi rumah terbaik bagi putri bangsa untuk berkembang, berkarya, dan berprestasi,” ujarnya, Jumat (3/10/2025) Aisyah Syahrir turut menyampaikan harapannya agar karyanya dapat menginspirasi pelajar lain. “Saya bangga bisa membawa nama SPIDI dan Sulsel. Semoga karya ini menginspirasi generasi muda menjadikan literasi sebagai gaya hidup kreatif,” ungkapnya. Prestasi ini semakin memperkuat posisi SPIDI sebagai sekolah rujukan bagi pendidikan perempuan yang modern, kompetitif, dan berlandaskan nilai-nilai islami.(*)

Membangun Fondasi Pengetahuan dan Pemikiran Kritis

Di era informasi yang begitu cepat ini, literasi bukan lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis; hal tersebut adalah fondasi esensial untuk masa depan setiap remaja. Dengan literasi yang kuat, kita tidak hanya mampu menyerap informasi dari berbagai sumber, tetapi juga terlatih untuk memahami, menganalisis, dan mengevaluasi data secara kritis. Pun merupakan keterampilan vital untuk membedakan fakta dari hoaks, mengembangkan ide-ide orisinal, dan mengambil keputusan yang cerdas dalam kehidupan sehari-hari. Literasi membuka jendela ke berbagai disiplin ilmu, budaya, dan perspektif, memungkinkan kita untuk terus belajar dan beradaptasi. Jadikan membaca sebagai kebiasaan, karena setiap buku yang kita baca, setiap artikel yang kita pahami, adalah investasi tak ternilai untuk pertumbuhan pribadi dan profesional diri. Mari jadi generasi yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga berpikiran tajam dan mandiri.

SPIDI Sukses Luncurkan 5 Buku Antologi Karya 171 Siswi

Kerennn… Siswi SPIDI Hasilkan Lima Buku Antologi! Sebanyak 171 penulis dari SMP dan SMA Sekolah Putri Darul Istiqamah berhasil menerbitkan lima karya buku antologi yang berjudul Seutas Juang, ⁠Harmoni dalam Kesunyian, ⁠Intrik Satu Tahta, ⁠Cermin, Di balik Mukena: Kisah dan Mimpi Santriwati. Kelima karya tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, bapak Prof. Dr. Muh. Jufri., S.Psi., M.Si., M.Psi., Psikolog dalam moment Appreciation of Achievement SPIDI (21/6). “Insyaa Allah buku-buku ini akan diletakkan di tempat strategis di Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, dimana semua orang dapat membaca karya-karya hebat ini. Sukses dan selamat untuk semuanya, jangan pernah berhenti untuk berkarya untuk masyarakat.” Ungkapnya saat menerima secara simbolis buku antologi. Untuk akses buku antologi silahkan mengunjungi link berikut: https://bit.ly/eBookAntologiSPIDI2025 Salam Smart and Shalehah 🌷

Menyambut Bulan Dzulhijjah: Amalan-Amalan Dahsyat yang Dapat Dilakukan

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: (وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ) “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.“ (QS. Adz-Dzariyat: 56) Tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah. Karena kasih sayang-Nya, Allah menciptakan musim-musim kebaikan agar hamba-hamba-Nya berlomba-lomba dalam taat dan amal saleh.  Bulan Ramadhan dan Syawal telah berlalu, meninggalkan banyak pelajaran dan evaluasi diri. Kini, kita dihadapkan pada datangnya bulan Dzulhijjah, salah satu musim kebaikan lainya yang sangat mulia. Jika sebelumnya kita merasa belum maksimal, bulan Dzulhijjah adalah kesempatan baru untuk memperbaiki dan menebusnya.  Allah bersumpah dalam surah Al-Fajr: (وَالْفَجْرِ۝ وَلَيَالٍ عَشْر) “Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1–2) Mayoritas ulama menafsirkan bahwa “malam yang sepuluh” tersebut adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Bahkan menurut sebagian ulama, sepuluh hari ini lebih utama dari sepuluh malam terakhir Ramadhan dari sisi siangnya. Rasulullah SAW bersabda: «ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر» قالوا: ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: «ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجل خرج بنفسه وماله، فلم يرجع من ذلك بشيء» “Tidak ada hari-hari di mana amal shalih lebih dicintai oleh Allah daripada pada hari-hari yang sepuluh ini.” Para sahabat bertanya: “Termasuk jihad fi sabilillah?” Beliau menjawab: “Termasuk jihad, kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya dan tidak kembali lagi (mati syahid).” (HR. Bukhari) Amalan-amalan Utama Pada Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah 1. Ibadah Haji Salah satu ibadah agung di bulan ini adalah haji. Puncaknya terjadi pada hari Arafah, 9 Dzulhijjah, di mana jamaah haji berkumpul di Padang Arafah. Nabi bersabda: «الحج عرفة» “Haji adalah (berwukuf di) Arafah.” (HR. Tirmidzi dan An-Nasa’i) 2. Puasa Arafah Bagi yang tidak berhaji, mereka bisa meraih keutamaan yang tak kalah dahsyatnya dengan berpuasa pada hari Arafah. Rasulullah SAW bersabda: «صيام يوم عرفة أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والسنة التي بعده» “Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar dihapuskan dosa tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya.” (HR. Muslim) Ibnu Abbas bahkan memahami bahwa puasa ini secara implisit mengisyaratkan bahwa Allah menjaga umur pelakunya selama satu tahun ke depan. Maka, puasa Arafah adalah karunia besar yang jangan sampai terlewatkan. 3. Berkurban Di antara ibadah utama lainnya adalah berkurban. Menurut mayoritas ulama, hukum kurban adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) namun, menurut Imam Abu Hanifah hukumnya wajib bagi yang mampu. Nabi bersabda: «من كان له سعة ولم يضح، فلا يقربن مصلانا» “Barang siapa yang mampu berkurban, tapi tidak melakukannya maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ahmad – Hasan) Banyak kisah inspiratif tentang orang-orang sederhana yang tetap berusaha berkurban. Seorang nenek pemulung, tukang becak, hingga anak-anak kecil yang menabung dari jajanannya demi membeli kambing kurban, mereka semua memberi kita pelajaran penting. Jika mereka bisa, kenapa kita tidak? Bahkan ada ungkapan (meskipun sanadnya lemah) bahwa hewan kurban akan menjadi kendaraan kita di atas Shirath (jembatan). Namun, secara maknawi, amal ibadah kurban akan memudahkan perjalanan kita menuju surga. Renungkanlah: kita mampu mencicil kendaraan dunia selama bertahun-tahun, tapi berat mengeluarkan kurban yang hanya setahun sekali. Padahal, kurban bukan sekadar sembelihan, tapi bukti cinta dan pengorbanan kita kepada Allah. 4. Perbanyak Dzikir Amalan lainnya yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak dzikir seperti takbir, tahlil, tahmid, dan tasbih. Nabi SAW bersabda: «ما من أيام أعظم عند الله ولا أحب إليه العمل فيهن من هذه الأيام العشر، فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد» “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih lebih dicintai-Nya daripada hari-hari sepuluh Dzulhijjah. Maka perbanyaklah tahlil, takbir, tahmid, dan tasbih di dalamnya.” (HR. Ahmad) Diriwayatkan dari Imam Bukhari, bahwa sahabat Ibnu Umar dan Abu Hurairah biasa keluar ke pasar selama hari-hari ini dan mengumandangkan takbir, lalu orang-orang pun ikut bertakbir. Penutup Bulan Dzulhijjah adalah momentum emas. Kita perlu membuat rencana ibadah, sekecil apa pun itu. Karena merencanakan kebaikan saja sudah berpahala, apalagi melaksanakannya. Sebaliknya, tidak merencanakan sama saja dengan merencanakan kegagalan. Mari kita berdoa agar Allah memberi kita kesehatan, kesempatan, dan taufik untuk bisa hidup di bulan Dzulhijjah dengan sebaik-baiknya. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang memaksimalkan musim kebaikan ini, dan keluar darinya dengan membawa bekal amal menuju ridha dan surga-Nya.

Aliza Muthmainnah: Belajar, Doa, dan Akhlak Sebagai Kunci Lolos SNBP

Hai teman-teman! Siapa nih di antara kalian yang punya impian lolos SNBP di kampus favorit? Keren banget, lho, bisa tembus kampus impian lewat jalur prestasi yang satu ini! Yuk, kita intip kisah dari Aliza Muthmainnah, santri kelas XII Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI), Maros, Sulawesi Selatan, yang berhasil lulus ke Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025. Siapa tahu bisa membawa inspirasi buat kalian. Kami berkesempatan mewawancarai Aliza pada Senin, 28 April 2025, di salah satu gazebo sekolah. Suasana cenderung lengang saat itu, sebab para santri berada dalam ruangan kelas untuk belajar. Jadi, kami dapat mengobrol dengan santai. “Saya sedang mengerjakan tugas KTI, Ustadz. Karya Tulis Ilmiah sebagai tugas akhir yang wajib dikerjakan siswa kelas XII. Tugas ini bagian dari penilaian akhir sekolah,” jawab gadis penyuka cokelat ini ketika kami tanyakan kegiatannya.. — Saat Semangat Belajar Aliza Hampir Padam Jauh sebelum mengukir prestasi di jalur SNBP, Aliza menceritakan dirinya pernah terperosok ke fase tergelap dalam hidupnya sebagai pembelajar. Ia nyaris kehilangan arah. Tubuhnya hadir di kelas, tapi hatinya kosong, pikirannya melayang entah ke mana. “Saya tamat SMP di SPIDI, lalu melanjutkan SMA di sebuah Islamic boarding school di Jawa Timur. Di sana, saya mengalami culture shock. Lingkungan pesantren yang berbeda, aturan ketat, teman-teman baru, semuanya membuat saya merasa tak nyaman dan terasing” kenangnya lirih. Ia menarik napas panjang sebelum melanjutkan. “Saya hanya bertahan satu semester, lalu menyerah. Ayah memindahkan saya kembali ke SPIDI,” suaranya pelan. “Tapi luka itu itu tak benar-benar sembuh. Semangat belajar saya surut drastis. Sampai tak berminat sekolah. Meski kembali ke lingkungan lama, trauma itu membuat saya kehilangan gairah dan motivasi,” tambah gadis penyuka mata pelajaran sosiologi ini. Hal yang disyukurinya, guru, ummi asrama, dan teman-temanlah yang berperan besar dalam mengembalikan kepercayaan diri dan semangatnya. Suntikan motivasi, pelukan hangat saat sedih, hingga canda tawa yang tulus perlahan-lahan membalut lukanya. Bersama mereka, ia kembali menemukan kenyamanan yang sempat hilang. Butuh satu semester untuk menyembuhkan luka itu. Dan di  bangku kelas XI, barulah ia bisa pulih seutuhnya. Aliza tak lupa menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada guru, ummi,  dan teman-teman yang setia menemaninya melewati masa-masa sulit itu. — Cita-Cita Aliza dan Penolakan Sang Ibu Lingkungan sekolah yang penuh dinamika, pertemanan dengan siswa dari berbagai latar belakang dan daerah, serta kompleksitas masalah yang ia amati di kampus pesantren perlahan membuka matanya. Ditambah kekaguman pada sosok psikolog pesantren, Ibu Nadrah. Hal itu menumbuhkan cita-cita baru dalam diri Aliza: menjadi seorang psikolog. Ia bermimpi suatu hari nanti bisa menjadi bagian dari solusi. Ia ingin membantu orang-orang keluar dari persoalan hidup dengan cara yang positif. Duduk di bangku kelas XII, cita-cita itu semakin kuat mencengkeram hatinya. Ia mulai banyak mempelajari hal-hal yang terkait dengan dunia psikologi dan berdiskusi dengan guru terkait cita-citanya. Namun, di balik tekad itu, tersimpan drama. Ibunya menolak keras rencana Aliza dan bersikeras agar ia kuliah kedokteran. Bagi Aliza, ini bukan sekadar beda pendapat, tapi pertarungan antara harapan dan kenyataan. Ia tak ingin mengecewakan ibunya namun, hatinya terpaut pada psikologi. Ia tetap teguh pada pilihannya. Situasi pun menemui jalan buntu. Tak ada titik temu. Hingga akhirnya, guru dan wali kelas turun tangan. Mereka bicara dari hati ke hati dengan ibunya, menjelaskan potensi dan kecintaan Aliza pada dunia psikologi. Butuh waktu dan kesabaran. Namun perlahan, hati sang ibu mulai luluh. Dengan restu yang akhirnya diberikan, Aliza melangkah dengan penuh keyakinan. Ia mendaftar di Universitas Negeri Makassar, program studi Psikologi, melalui jalur SNBP. Dan alhamdulillah, hasilnya membahagiakan: ia dinyatakan lulus. — Tips-Tips Keren Aliza Aliza berbagi kisah perjuangannya dalam menghadapi ujian SNBP. Menurutnya, usaha yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan teman-temannya: giat belajar selama setahun penuh, mengikuti bimbingan internal dan eksternal, serta tryout yang diselenggarakan sekolah. Namun, karena merasa teman-temannya lebih unggul dalam prestasi akademik, Aliza memilih jalur lain. Ia memutuskan untuk memperbanyak amalan. Selain belajar, ia berusaha menerapkan akhlak mulia dan sikap malebbi (keanggunan) yang diajarkan di sekolah. Ia selalu bersikap hormat dan santun, tidak hanya kepada guru, tetapi juga kepada pegawai kampus seperti cleaning service, ibu dapur, dan petugas keamanan. “Saya tak berniat menjadikan akhlak mulia sebagai jalan menuju kelulusan. Tapi jika saya tidak unggul dalam akademik, maka saya ingin unggul dalam ibadah, akhlak, dan kecerdasan sosial,” ujarnya. Tak hanya itu, Aliza juga menempuh jalur langit: memperbanyak doa dalam shalatnya, meminta doa orang tua, dan menemui banyak guru secara personal untuk meminta doa mereka. Aliza juga tak lupa untuk mengapresiasi guru dan sekolah yang telah memberikan bekal terbaik untuk dirinya dan teman-temannya dalam menghadapi ujian SNBP. — Harapan dan Wejangan Aliza Ditanya tentang harapan-harapannya kepada adik kelas, utamanya anak kelas X dan XI, ia memberikan beberapa wejangan. “Saya berharap adik-adik menemukan potensi dan cita-cita sedini mungkin. Lalu kejar impian itu dengan giat belajar,” pesannya bersemangat. “Selain itu, selalulah ikut lomba, karena piagam dan sertifikat lomba ikut menentukan kelulusan di SNBP dan membantu mendapatkan beasiswa dari universitas,” pungkasnya. — Penutup Perjalanan Aliza Muthmainnah mengajarkan kita bahwa keberhasilan bukan semata soal kecerdasan akademik, tapi juga tentang ketangguhan hati, keluhuran akhlak, dan keyakinan yang tak pernah padam. Dari luka menjadi pelajaran, Aliza membuktikan bahwa siapa pun yang bersungguh-sungguh, berakhlak mulia, dan menjemput takdirnya lewat doa dan usaha, InsyaAllah akan menemukan jalan terbaik menuju mimpinya. Kini giliranmu. Temukan potensimu, percayai prosesmu, dan langkahkan kaki dengan penuh adab dan harapan. Karena seperti Aliza, setiap langkah kecilmu hari ini bisa menjadi pintu gerbang menuju masa depan yang kamu impikan. Ditulis oleh Mudzakkir Abidin

Tips Mempersiapkan Ibadah Ramadhan yang Maksimal

Ramadhan Akan Kembali Hadir, Sudahkah Kita Bersiap? Ramadhan akan kembali menyapa, membawa limpahan rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Sebagai umat Muslim, tentu kita ingin memanfaatkannya sebaik mungkin agar dapat meraih gelar ketakwaan yang dijanjikan oleh Allah dalam Al-Qur’an. Allah berfirman: يَا أَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”(QS. Al-Baqarah: 183) Namun, ibadah yang optimal di bulan Ramadhan tidak datang begitu saja. Dibutuhkan persiapan matang agar setiap momen dapat dimaksimalkan sebagai ladang pahala. Berikut adalah tujuh hal yang perlu kita persiapkan agar Ramadhan menjadi lebih bermakna. 1. Memperdalam Ilmu Agama Setiap ibadah harus didasari oleh ilmu agar diterima di sisi Allah SWT. Allah berfirman: فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ “Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.”(QS. Muhammad: 19) Beribadah tanpa memahami tata cara dan hukumnya bisa menyebabkan kesalahan yang tidak disadari, yang berisiko membuat amalan tertolak. Umar bin Abdul Aziz pernah berkata: “Siapa yang beribadah kepada Allah tanpa didasari ilmu, maka kerusakan yang ia lakukan lebih banyak daripada manfaat yang ia peroleh.”(Majmu’ Al-Fatawa, 2: 282) Sebelum memasuki bulan Ramadhan, kita perlu memahami fiqih puasa, termasuk hal-hal yang membatalkan puasa dan yang hanya sekadar makruh. Selain itu, kita juga dianjurkan untuk: Ilmu bisa diperoleh dari kitab, ceramah ulama, bertanya kepada orang yang berilmu, atau melalui media digital seperti YouTube dan podcast Islami. Dengan pemahaman yang baik, ibadah kita akan lebih khusyuk dan bermakna. 2. Menjaga Kesehatan Fisik Rasulullah ﷺ bersabda: الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.”(HR. Muslim No. 2664) Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menuntut kesiapan fisik agar dapat menjalankannya dengan baik. Jika tubuh lemah dan mudah sakit, ibadah lain seperti shalat tarawih dan tilawah Al-Qur’an pun akan terasa berat. Untuk itu, kita bisa mulai dengan: Dengan fisik yang sehat, kita bisa menjalani Ramadhan dengan lebih maksimal tanpa mudah merasa lemas atau kelelahan. 3. Menyambut Ramadhan dengan Hati yang Lapang dan Bahagia Menyambut Ramadhan seharusnya dengan hati yang bahagia. Syekh Ibnu Rajab Al-Hambali berkata:\ “Bagaimana mungkin seorang mukmin tidak bergembira ketika diberi kabar gembira dengan terbukanya pintu-pintu surga, tertutupnya pintu-pintu neraka, dan dibelenggunya setan-setan?”(Latha’if Al-Ma’arif, hlm. 148) Allah berfirman: قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا۟ ۚ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ “Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.”(QS. Yunus: 58) Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga memperbaiki diri dan membersihkan hati dari berbagai penyakit batin. Imam Ibnu Mas’ud pernah bertanya kepada orang-orang saleh, “Bagaimana kalian menyambut bulan Ramadhan?” Mereka menjawab: “Tidak ada satu pun dari kami yang berani menyambut bulan Ramadhan, sementara dalam hatinya masih ada secuil rasa dengki atau benci kepada saudaranya.” Maka, sebelum Ramadhan tiba, mari kita: Dengan hati yang bersih, kita akan lebih mudah meraih keberkahan di bulan Ramadhan. 4. Menyusun Jadwal dan Target Ibadah “Gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan, ” (Benjamin Franklin)  Bulan Ramadhan sangat berharga, dan jika tidak dikelola dengan baik, ia bisa berlalu begitu saja tanpa hasil yang berarti. Untuk itu, kita perlu menyusun jadwal dan target ibadah, seperti: 5. Menyiapkan Finansial untuk Berbagi Rasulullah ﷺ adalah sosok yang paling dermawan, dan beliau menjadi lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan. Sebagai bentuk persiapan, kita bisa: Persiapan finansial juga membantu kita lebih fokus pada ibadah Ramadhan dan mengurangi kesibukan duniawi. 6. Menciptakan Suasana Ramadhan di Rumah dan Lingkungan Agar semangat Ramadhan lebih terasa, kita bisa: Lingkungan yang kondusif akan membuat ibadah terasa lebih ringan dan menyenangkan. 7. Melatih Diri dengan Pembiasaan Sejak Sebelum Ramadhan Orang yang sukses memanfaatkan Ramadhan bukanlah mereka yang tiba-tiba rajin ibadah, tetapi mereka yang sudah membiasakan diri sejak sebelumnya. Pepatah mengatakan, “Ala bisa karena biasa.” Maka, sebelum Ramadhan datang, kita bisa mulai dengan: Dengan persiapan yang matang, semoga kita dapat menjalani Ramadhan dengan maksimal dan meraih ketakwaan yang sejati. اللهم بلغنا رمضان وبارك لنا فيه “Ya Allah, sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan dan berkahilah kami di dalamnya.”

Agar Tidak Salah Pilih! 7 Tips Memilih Pesantren Aman untuk Anak

Belakangan ini, berbagai berita negatif tentang pesantren di beberapa daerah di Indonesia mencuat ke publik, mulai dari kasus kekerasan, perundungan, pelecehan seksual, hingga dugaan radikalisme. Hal ini tentu berdampak pada tingkat kepercayaan masyarakat. Tak sedikit orang tua yang menjadi ragu untuk memasukkan anaknya ke pesantren. Namun, penting untuk diingat bahwa kasus-kasus tersebut hanyalah segelintir dari ribuan pesantren yang telah berkontribusi besar dalam membentuk generasi berakhlak, cerdas, dan berkarakter. Pesantren tetap menjadi lembaga pendidikan yang melahirkan ulama, cendekiawan, dan pemimpin yang berpengaruh di masyarakat. Bagi para orang tua yang berencana memondokkan anak, sikap bijak dan hati-hati dalam memilih pesantren tetaplah diperlukan. Memilih pesantren yang aman untuk anak adalah keputusan penting yang memerlukan riset dan pertimbangan matang. Berikut beberapa tips yang bisa membantu: 1. Legalitas dan Reputasi Pastikan pesantren memiliki izin resmi dari Kementerian Agama, Kemenkumham, atau lembaga terkait. Periksa juga rekam jejaknya melalui testimoni alumni, orang tua santri, atau media terpercaya. Jika memungkinkan, tanyakan langsung kepada santri atau orang tua yang anaknya sudah belajar di sana. 2.  Lingkungan yang Aman dan Nyaman Kunjungi langsung pesantren untuk menilai kondisi asrama, ruang belajar, dapur, dan fasilitas lainnya. Perhatikan apakah pesantren memiliki sistem keamanan seperti CCTV, satpam, dan akses kontrol bagi tamu untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. 3. Kualitas Pengasuhan dan Pengajaran Sistem pembelajaran yang baik sangat berpengaruh pada perkembangan anak. Oleh karena itu, pastikan pesantren memiliki kurikulum yang terstruktur, tenaga pengajar yang kompeten, serta pengasuhan yang aman bagi santri. Keberadaan guru BK atau konselor juga penting untuk mendampingi anak dalam menghadapi tantangan selama di pesantren. Selain itu, tanyakan bagaimana sistem komunikasi antara orang tua dan anak, serta apakah ada pengasuh atau pembina yang dapat dihubungi dalam situasi darurat. 4. Fasilitas Kesehatan dan Perhatian terhadap Kesejahteraan Santri Lingkungan pesantren harus mendukung kesehatan dan kesejahteraan santri. Adanya klinik atau kerja sama dengan rumah sakit terdekat menjadi faktor penting dalam menangani kondisi darurat. Selain itu, pola makan dan gizi santri harus diperhatikan agar mereka tetap sehat dan bugar dalam menjalani aktivitas sehari-hari. 5. Pemisahan Santri Putra dan Putri Pemisahan peserta didik laki-laki dan perempuan sangat penting untuk menjaga adab dan menghindari fitnah. Selain itu, pemisahan ini juga dapat meningkatkan fokus belajar, mengurangi gangguan emosional dan sosial, dan menciptakan kurikulum yang lebih sesuai dengan karakter dan kebutuhan santri putra atau putri. 6. Keseimbangan antara Pendidikan Agama dan Umum Jika anak ingin tetap melanjutkan pendidikan formal, pastikan pesantren memiliki kurikulum yang diakui. Idealnya, pesantren mengintegrasikan pendidikan umum dan agama, serta menyediakan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan karakter dan bakat anak. 7. Libatkan Anak dalam Memilih Pesantren Jangan lupa untuk melibatkan anak dalam proses pemilihan pesantren. Pastikan mereka merasa nyaman dan siap secara mental sebelum masuk. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, Anda dapat memilih pesantren yang tidak hanya aman tetapi juga berkualitas untuk anak Anda. Jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan—lakukan riset, tanyakan pengalaman orang lain, dan pastikan anak merasa nyaman dengan pilihannya. Semoga anak Anda mendapatkan lingkungan belajar terbaik!

Paparkan Berbagai Inovasi, SPIDI Gelar Sidang KTI Untuk Siswi Kelas IX dan XII

Sekolah Putri Darul Istiqamah menggelar Sidang Karya Tulis Ilmiah Berbasis Research untuk siswi kelas IX dan XII pada hari ini, Sabtu, 25 Januari 2025. Kepala Sekolah Putri Darul Istiqamah, Irmayanti Arifuddin, M.Pd., mengungkapkan bahwa sidang Karya Tulis Ilmiah berbasis research ini merupakan target internal bagi peserta didik sebelum menyelesaikan studinya. “Kegiatan ini merupakan program tahunan kami yang sudah terlaksana selama 8 tahun, dan sudah 3 tahun kita mengundang asesor profesional dari berbagai disiplin ilmu (Praktisi dan Akademisi) untuk meningkatkan kualitas karya dan inovasi para siswi,” ungkapnya. “Dan tahun ini, 2 guru besar Universitas Negeri Yogyakarta bergabung sebagai asesor eksternal kita. Sebagaimana giat serupa yang telah terlaksana, kami melihat ada banyak peningkatan yang ditonjolkan santri SPIDI. Terlihat dari apa yang telah mereka perjuangkan hingga hari ini,” tambahnya. Kegiatan ini diharapkan dapat melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatifitas, penyelesaian masalah, melatih kemampuan menulis ilmiah dan melatih keterampilan penelitian para siswi. Selain itu, juga diharapkan meningkatkan kemampuan komunikasi, Meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan mengatasi tekanan dan memperluas wawasan dan pengetahuan. Salah satu peserta Sidang KTI, Mutia Sabila mengungkapkan rasa khawatir dan bahagianya usai pelaksanaan Ujian. “Pas presentasi KTI saya kira akan semenegangkan itu, jadinya deg-degan karena diuji oleh dosen dari Universitas ternama langsung, namun ternyata alhamdulillah dosennya baik dan pertanyaannya mudah dipahami,” ungkapnya. Siswi kelas XII yang mengangkat judul KTI “Inovasi Pembuatan Ice Cream dari Ekstrak Chamomile dan Pisang Ambon” ini juga menuturkan manfaat yang ia dapatkan setelah menyelesaikan program ini. “Tentunya kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, selain mengasah kreativitas serta keterampilan kami kelas XII maupun kelas IX, juga akan menjadi bekal penting untuk kami gunakan di perguruan tinggi nanti insyaa Allah,” tuturnya. Pelaksanaan Sidang KTI berjalan lancar dengan terbagi menjadi 13 majelis, dimana tiap majelis terdiri atas 2 asesor. Yaitu asesor eksternal dan internal. Tiap majelis dipetakan berdasarkan tema penelitian. Sidang Karya Tulis Ilmiah ini diharapkan dapat mendorong siswi untuk lebih aktif dalam belajar, melakukan penelitian, dan menganalisis informasi. Ini akan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Cinta, Siswi Seribu Wajah

Cinta

Pesantren dalam spektrum yang luas, sesuai dengan kondisinya, bukanlah tempat bagi anak-anak manja dan baperan. Ia tempat bagi anak-anak kuat nan mandiri.  “Attention please, its time to break…” bunyi bel terdengar seantero kampus dengan dua bahasa, Inggris dan Arab, menandakan waktu istirahat.  Para siswi berjejer antri keluar dari kelas Boutique untuk beristirahat. Kelas boutique adalah ruangan persegi empat dengan luas 8×8 meter bermaterial kayu jati. Dipesan dari kota perajin rumah kayu, Tomohon, Sulawesi Utara. Unik karena mungkin hanya sedikit sekolah di Indonesia dengan desain ruang kelas seperti ini.  Bangunannya lebih mirip villa di pegunungan dibandingkan ruang kelas konvensional. Alasan didesain seperti itu adalah agar bisa menjadi tempat yang nyaman bagi peserta didik dan guru dalam proses transfer ilmu.  Jika Anda berkeliling di areal kampus, Di Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI), ada 12 bangunan kelas boutique seperti ini. Setiap ruang kelas bertema. Ada kelas English, Arabic, Digital, Biologi, Tarbiyah, dan lain-lain.  Di dalam salah satu ruang itulah, yaitu kelas Inggris, memanfaatkan waktu istirahat pertama, kami berbincang dengan Cinta Haryuni Amrullah. Seorang siswi kelas IX SMP. Cinta adalah salah satu siswi paling menonjol di kelasnya, baik prestasi akademik mau pun karakternya. Tak hanya satu atau dua, gadis ayu ini punya banyak wajah.  Cinta dan Pesantren  Siswi berkaca mata ini bercerita banyak hal yang layak kita baca dengan seksama.  Ketika Cinta mau tamat SD. Ia ingin melanjutkan SMP di sebuah sekolah fullday ternama di Makassar. Namun, berkat saran dari wali kelas, ia berubah pikiran. Walasnya menyarankan untuk mondok di pesantren.  “Walas ketika kelas enam SD dulu menyarankan saya masuk pesantren. Teman-teman saya juga banyak yang mau mondok. Akhirnya saya minta sama orang tua untuk carikan pesantren. Tapi orang tua maunya pesantren yang modern. Ketemulah dengan SPIDI. Saya ingat ketika itu, Ramadhan tahun 2022, datang melihat kampus SPIDI. Masya Allah, fasilitas dan kurikulum pendidikannya membuat saya langsung jatuh hati, ” Kenang remaja yang suka melukis ini.  Dirinya merasa keren dapat mondok di pesantren. Ia dapat menjadi mandiri, bisa berkenalan dengan teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang budaya dan karakter yang beragam. Dirinya juga membandingkan saat SD dulu dengan apa yang ia rasakan sekarang, aktivitas pendidikan di pesantren jauh lebih menyenangkan dan bervarisi.  Minat dan Bakat di SPIDI  “Menurut saya SPIDI adalah sekolah minat dan bakat. Bakat saya di bidang seni semakin terasah sejak berada di sini, ” ujar gadis penyuka makanan pedas ini ketika ditanya tentang keunggulan sekolahnya.  Ia bersama dengan dua kakak kelasnya pernah didaulat mempresentasikan project komik digital karya mereka di depan peserta meeting Google Reference School nasional secara daring.  Di SPIDI, ia juga aktif terlibat di Putri Merah Jambu (PMJ), semacam rumah produksi asuhan ustadz Muhajir. Kerap kali ia dipercaya menjadi script writer, editor, bahkan sutradara beberapa film pendek.  Wanita penyuka mapel IPA ini memiliki beragam minat dan bakat. Multitalenta. Di dalam kelas, ia juara kelas, di luar kelas ia dapat menulis puisi, menyanyi, bermain alat musik, menggambar, desain poster, editor video, hingga membuat film pendek. Dan semuanya meningkat tajam setelah masuk SPIDI.  “Saya tentu baru kelas IX, belum panjang perjalanan saya menuntut ilmu, tapi SPIDI benar-benar mengembangkan saya. Tak hanya saya sendiri yang ingin berkembang, sekolah juga mensupport penuh,  jadi saya merasa SPIDI dalah sekolah yang tepat buat pengembangan minat dan bakat, ” aku dia.  “Bukan hanya saya, teman-teman juga difasilitasi minat dan bakatnya di sini. Saya masih ingat betul kak Syadza yang baru masuk SPIDI di kelas X, tapi dengan cepat diendus bakatnya oleh sekolah, dilatih di studio, diikutkan lomba dan akhirnya bisa juara satu lomba nasyid tingkat nasional, ” imbuh dia.  Kurikulum yang mendukung minat dan bakat, guru yang profesional, banyaknya kegiatan ekstrakurikuler, female class, Life skill class, hingga tersedianya infrastruktur dan fasilitas memadai dalam mendukung minat bakat membuatnya merasa bersyukur dapat mondok di SPIDI.  Cinta yang Cinta IPA Meski dirinya bisa mengungguli teman-temannya dalam banyak mata pelajaran, tapi putri dari pasangan pengusaha Hairul Amrullah dan dokter Yunita ini sangat suka terhadap pelajaran IPA. Makanya ia lebih mendalami pelajaran tersebut. Tak hanya di kelas, ia juga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler IPA di hari Jum’at siang.  Salah satu hal yang ia sukai adalah mengikuti lomba. Sebab dengan ikut lomba ia termotivasi untuk terus belajar. Syukurnya, sekolah seringkali mengikutkan ia dan teman-temannya dalam lomba.  “Alhamdulillah, saya pernah dapat medali emas dalam Olimpiade tingkat nasional. Pernah juga dapat juara dua dalam even yang berbeda. Semuanya lomba IPA. Dengan mengikuti lomba, tanpa kita sadari kita semakin berkembang. Itu karena lomba membuat kita terlecut untuk giat belajar,” kata remaja berusia 14 tahun ini.  Salah satu alasan mengapa ia memilih lebih fokus pada pelajaran saintek terkhusus Iadalah impiannya untuk mengikuti jejak sang ibu menjadi dokter.  “Amin,” ucapnya lirih ketika kami mendoakan agar ia kelak bisa menjadi dokter.  Cinta dan Teman-Teman Dalam kehidupan bersama dalam pondok, jiwa itu akan mencari jiwa sesamanya secara fitrah. Mereka akan bertemu dalam muara persahabatan yang erat. Cinta adalah anak SMP yang berlaku dewasa. Makanya ia selektif memilah temannya. Ia menunjuk Firza, Mecca, dan Nahda dari teman sekelasnya sebagai teman favoritnya. Mereka dianggapnya adalah tipe teman yang dapat menginspirasi.  “Firza, Mecca, dan Nahda adalah sosok teman yang dewasa. Mereka menginspirasi saya untuk ikut dewasa seperti mereka. Mereka tidak suka baper, “ceritanya. Diakuinya, ia belajar banyak dari latar belakang teman-teman yang beragam. Juga belajar dari siapa pun yang dianggapnya menginspirasi.  Tapi tak dapat dipungkiri, terkadang ia tak menyukai karakter teman-teman tertentu yang dianggapnya kekanakan. Di awal ia sering baper. Namun, seiring usia dan pengetahuan bertambah, ia semakin menyadari arti perbedaan dan konsekuensi hidup berjamaah. Ia bisa berdamai dengan dirinya setelah memaklumi latar belakang karakter yang berbeda setiap temannya.  Dibandingkan sekolah pada umumnya, kehidupan berpesantren sesuai dengan kondisinya, bukanlah tempat yang hangat buat orang yang suka baper dalam bergaul.  Cinta dan Harapannya pada Sekolah dan Guru Sekolahnya terus dikembangkan. Sesuatu yang Cinta apresiasi. Tapi tentu tak lepas dari kekurangan.  “Sekarang SPIDI sudah luar biasa. Tapi tentu punya kekurangan. Semoga kekurangan itu berkurang dan terus bertambah kelebihannya,” ucapnya penuh harap. Ia berharap guru-guru juga semakin profesional. Ia sadar betul bahwa tonggak dari suksesnya pendidikan di sebuah sekolah adalah guru yang

Momen Haru Siswi SPIDI dalam Program Short Course Madinah

Masyaa Allah para santri Sekolah Putri Darul Istiqamah kembali melaksanakan umroh-nya yang kedua di Tanah Suci 🥺🥺🥹 SHORT COURSE MADINAH : Belajar Qur’an dan Bahasa Arab 60 Hari di Kota Suci Mekkah dan Madinah + Umroh + Turki 🕋🕋 Overseas menjadi salah satu program unggulan di Sekolah Putri Darul Istiqamah. Hal ini untuk mengembangkan wawasan global, dan keterampilan berbahasa asing siswi SPIDI. Dengan program overseas, siswi dapat melihat dunia secara lebih luas, serta mengenal peradaban islam di luar sana. Selain itu, program overseas mengembangkan leadership siswi, karena siswi akan belajar tentang keunggulan negara lain dari segi pendidikan, teknologi, bahasa, kedisiplinan, serta pendidikan agama Islam. Apa Saja Yang Akan Dilakukan ⁉️ ✅ Seat in Program Pendidikan Masjid Nabawi untuk Belajar Qur’an dan Bahasa Arab✅ Program Sanad Qur’an dan Hadist (Pilihan)✅ Program Umroh (Dua Kali)✅ Edutrip Napak Tilas Perjalanan Rasulullah dan Sejarah Islam✅ Kunjungan Universitas✅ dan berbagai kegiatan menarik dan penuh makna lainnya.

Not Avalaible

Mohon Maaf Fitur belum tersedia, Sedang masa Development