Kolaborasi SPIDI-SADIQ bersama Akademi Tahsin, Wujudkan Guru Al-Qur’an Bersanad dan Kompeten

Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) bersama Sekolah Alam Darul Istiqamah (SADIQ) dan Tahfidzul Qur’an Darul Istiqamah Gowa resmi menjalin kerjasama strategis dengan Akademi Tahsin dan Tajwid (ATT). Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kualitas pengajaran Al-Qur’an melalui program pelatihan intensif bagi para tenaga pengajar. Penandatanganan MoU berlangsung dalam acara Stadium General bertajuk “Menguasai Tahsin dan Tajwid dengan Metode AlJazi”, yang digelar Ahad (3/8/2025) di Kampus SPIDI, Maccopa, Kabupaten Maros. Hadir dalam acara tersebut, Ustadz Ahmad Jazee, founder ATT sekaligus pencetus Metode Aljazi. Kerjasama ini difokuskan pada pelatihan intensif bagi 20 tenaga pengajar terpilih dari SPIDI-SADIQ dan Tahfidzul Qur’an Darul Istiqamah Gowa. Program ini dirancang agar para peserta tidak hanya fasih dalam membaca Al-Qur’an, namun juga mampu menjadi trainer yang akan menyalurkan ilmu tersebut kepada para santri. “Melalui program ini, nantinya 20 peserta yang telah dilatih akan melanjutkan tugasnya sebagai trainer untuk mengajarkan ilmunya. Harapannya, seluruh santri SPIDI akan memiliki bacaan Al-Qur’an yang fasih dan berstandar sanad,” ujar Ustadz Ahmad Jazee. Ia juga menegaskan bahwa program ini diharapkan membawa dampak luas ke sekolah-sekolah lain yang berafiliasi dengan SPIDI. Dengan demikian, kualitas pembelajaran Al-Qur’an bisa merata dan terstandarisasi di seluruh jaringan pendidikan Darul Istiqamah. Dalam sambutannya, Dewan Pembina SPIDI-SADIQ, Ustadz Muzayyin Arif, M.Pd., menekankan bahwa Al-Qur’an adalah pondasi utama dari visi sekolah. “Sejak awal SPIDI didirikan, yang pertama kali kita tetapkan adalah bahwa sekolah ini berbasis pada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW. Itu sudah clear sejak awal. Maka dari itu, semangat kita terhadap penguatan Al-Qur’an tidak boleh melemah, surut, harus didorong dan ditingkatkan terus, dan harus hadir di setiap jiwa insan-insannya, civitas-civitasnya,” tegas Ustadz Muzayyin. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan akademik yang Qur’ani, di mana seluruh civitas akademika, baik guru maupun siswa memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan benar, fasih, dan sesuai kaidah. SPIDI-SADIQ juga menargetkan lahirnya guru dan santri yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki sanad profesional yang diakui secara resmi. Program ini menjadi langkah awal SPIDI-SADIQ dalam mencetak generasi pengajar Al-Qur’an yang kompeten dan bersanad, sejalan dengan visinya menjadi lembaga pendidikan Islam yang unggul dan terpercaya.
Masyaa Allah…. SPIDI Membuat Kagum Tamu Mancanegara!

Sabtu, 26 Juli kemarin Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) menyambut tamu-tamu dari berbagai negara, yaitu China, Turki, Malaysia, Mesir dan tentunya Indonesia. Ini bukan sekadar kunjungan biasa loh… SPIDI kedatangan para pemerhati Pendidikan Islam, Mr. Mohamed M Bahgat dari Mesir, Prof. Necaty Aydin dari Turki, Mr. Abu Bakar Ma dari Chinese Muslim Association, Ms. Shilla dari Malaysia, dan Sapto Sugiharto, dari JSIT Indonesia. Bukan hanya kagum dengan lingkungan SPIDI yang asri, setelah school touring yang dipandu oleh siswi SPIDI, para tamu juga disuguhkan dengan tampilan siswi mengenai karya-karya mereka yang dipaparkan dalam bahasa Inggris dan Arab dengan sangat baik! Hal ini bukti nyata kalau SPIDI diakui dunia! Yuk simak videonya di https://www.instagram.com/p/DMuZRYURepv/ Salam Smart and Shalihah 🌷
Membangun Fondasi Pengetahuan dan Pemikiran Kritis

Di era informasi yang begitu cepat ini, literasi bukan lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis; hal tersebut adalah fondasi esensial untuk masa depan setiap remaja. Dengan literasi yang kuat, kita tidak hanya mampu menyerap informasi dari berbagai sumber, tetapi juga terlatih untuk memahami, menganalisis, dan mengevaluasi data secara kritis. Pun merupakan keterampilan vital untuk membedakan fakta dari hoaks, mengembangkan ide-ide orisinal, dan mengambil keputusan yang cerdas dalam kehidupan sehari-hari. Literasi membuka jendela ke berbagai disiplin ilmu, budaya, dan perspektif, memungkinkan kita untuk terus belajar dan beradaptasi. Jadikan membaca sebagai kebiasaan, karena setiap buku yang kita baca, setiap artikel yang kita pahami, adalah investasi tak ternilai untuk pertumbuhan pribadi dan profesional diri. Mari jadi generasi yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga berpikiran tajam dan mandiri.
Sepucuk Surat dari Ruang Rindu Santri SPIDI
Namanya Kameela. Seorang santriwati yang baru saja menapaki dunia SMA. Anak seorang ekspatriat yang berasal dari Sulawesi Selatan, Kameela besar dan tumbuh di sebuah negara yang terletak di pesisir Atlantik yang berada di Afrika Tengah, bersama adik dan kedua orangtuanya, Ia sempat mengenyam dunia pendidikan sampai tingkat SMP disana. Itulah kenapa Kameela fasih berbahasa Inggris dan Prancis, bahkan, Kameela menguasai bahasa Arab dengan cukup baik. Kemampuan inilah yang membedakan Kameela dengan santri baru lainnya. Ia menulis sepucuk surat dengan tulisan tangan yang sederhana. Tapi isinya begitu dalam, penuh curahan hati dan kerinduan kepada ayah, bunda, dan sang adik, Unyu. Dalam surat itu, remaja usia 16 tahun ini menuturkan pengalaman pertamanya di sekolah putri berasrama. Ia mencurahkan rasa sedih karena harus jauh dari keluarga. Menulis keluh kesahnya, tentang proses yang harus Ia lalui di lingkungan baru. “Aku nangis dalam shalat, keingat Ayah, Bunda, dan Unyu. Setiap malam sebelum tidur juga begitu,” tulisnya. Meski awalnya, langkah Kameela terasa berat, karena harus berpisah dengan adik dan kedua orangtuanya yang harus kembali ke Negeri tersebut. Kameela memutuskan untuk memilih kembali ke tanah air, ke kampung halaman ayahnya, Makassar, Sulawesi Selatan. Atas keinginannya sendiri, Ia melanjutkan pendidikannya di Sekolah boarding agar bisa belajar lebih banyak lagi mengenai agama. Ketika perasaan sedih dan rindu itu bergejolak, awalnya Ia hanya menyalurkan rasa rindunya lewat tulisan. Namun seiring waktu, ketika rindu dan gundah semakin tak tertahan, Kameela pun meluapkannya kepada pembina asrama dan gurunya, dalam bentuk tangisan yang deras, tak berhenti meski sudah didekap, ditenangkan, dan disemangati dengan bisikan lembut dan penuh kasih sayang. Namun Kameela kembali tegat ketika teringat pesan sang ayah sebelum berpamitan, “Nak, Al-Qur’an dulu sebelum yang lain. Kalau Al-Qur’an sudah masuk, ilmu yang lain akan lebih mudah diterima. Kamu pasti bisa.” Kameela bertekad Ia ingin menghadiahkan kedua orangtuanya Mahkota di surga kelak. Kameela yakin di Sekolah Putri Darul Istiqamah inilah dia bisa mewujudkan harapan ayah dan ibunya.. perhatian dan dukungan dari guru serta teman-teman adalah hal yang sangat berarti untuk meraih asa dan impiannya. Perhatian, kehangatan bak keluarga, empati, dan dukungan emosional menjadi hal yang lebih penting dari segala fasilitas, ruang ber-AC, atau bangunan megah sekali pun. Karena sesungguhnya, yang menyentuh hati adalah yang berasal dari hati…
SPIDI Sukses Luncurkan 5 Buku Antologi Karya 171 Siswi

Kerennn… Siswi SPIDI Hasilkan Lima Buku Antologi! Sebanyak 171 penulis dari SMP dan SMA Sekolah Putri Darul Istiqamah berhasil menerbitkan lima karya buku antologi yang berjudul Seutas Juang, Harmoni dalam Kesunyian, Intrik Satu Tahta, Cermin, Di balik Mukena: Kisah dan Mimpi Santriwati. Kelima karya tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, bapak Prof. Dr. Muh. Jufri., S.Psi., M.Si., M.Psi., Psikolog dalam moment Appreciation of Achievement SPIDI (21/6). “Insyaa Allah buku-buku ini akan diletakkan di tempat strategis di Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, dimana semua orang dapat membaca karya-karya hebat ini. Sukses dan selamat untuk semuanya, jangan pernah berhenti untuk berkarya untuk masyarakat.” Ungkapnya saat menerima secara simbolis buku antologi. Untuk akses buku antologi silahkan mengunjungi link berikut: https://bit.ly/eBookAntologiSPIDI2025 Salam Smart and Shalehah 🌷
Menyambut Bulan Dzulhijjah: Amalan-Amalan Dahsyat yang Dapat Dilakukan

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: (وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ) “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.“ (QS. Adz-Dzariyat: 56) Tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah. Karena kasih sayang-Nya, Allah menciptakan musim-musim kebaikan agar hamba-hamba-Nya berlomba-lomba dalam taat dan amal saleh. Bulan Ramadhan dan Syawal telah berlalu, meninggalkan banyak pelajaran dan evaluasi diri. Kini, kita dihadapkan pada datangnya bulan Dzulhijjah, salah satu musim kebaikan lainya yang sangat mulia. Jika sebelumnya kita merasa belum maksimal, bulan Dzulhijjah adalah kesempatan baru untuk memperbaiki dan menebusnya. Allah bersumpah dalam surah Al-Fajr: (وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْر) “Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1–2) Mayoritas ulama menafsirkan bahwa “malam yang sepuluh” tersebut adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Bahkan menurut sebagian ulama, sepuluh hari ini lebih utama dari sepuluh malam terakhir Ramadhan dari sisi siangnya. Rasulullah SAW bersabda: «ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر» قالوا: ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: «ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجل خرج بنفسه وماله، فلم يرجع من ذلك بشيء» “Tidak ada hari-hari di mana amal shalih lebih dicintai oleh Allah daripada pada hari-hari yang sepuluh ini.” Para sahabat bertanya: “Termasuk jihad fi sabilillah?” Beliau menjawab: “Termasuk jihad, kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya dan tidak kembali lagi (mati syahid).” (HR. Bukhari) Amalan-amalan Utama Pada Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah 1. Ibadah Haji Salah satu ibadah agung di bulan ini adalah haji. Puncaknya terjadi pada hari Arafah, 9 Dzulhijjah, di mana jamaah haji berkumpul di Padang Arafah. Nabi bersabda: «الحج عرفة» “Haji adalah (berwukuf di) Arafah.” (HR. Tirmidzi dan An-Nasa’i) 2. Puasa Arafah Bagi yang tidak berhaji, mereka bisa meraih keutamaan yang tak kalah dahsyatnya dengan berpuasa pada hari Arafah. Rasulullah SAW bersabda: «صيام يوم عرفة أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والسنة التي بعده» “Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar dihapuskan dosa tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya.” (HR. Muslim) Ibnu Abbas bahkan memahami bahwa puasa ini secara implisit mengisyaratkan bahwa Allah menjaga umur pelakunya selama satu tahun ke depan. Maka, puasa Arafah adalah karunia besar yang jangan sampai terlewatkan. 3. Berkurban Di antara ibadah utama lainnya adalah berkurban. Menurut mayoritas ulama, hukum kurban adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) namun, menurut Imam Abu Hanifah hukumnya wajib bagi yang mampu. Nabi bersabda: «من كان له سعة ولم يضح، فلا يقربن مصلانا» “Barang siapa yang mampu berkurban, tapi tidak melakukannya maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ahmad – Hasan) Banyak kisah inspiratif tentang orang-orang sederhana yang tetap berusaha berkurban. Seorang nenek pemulung, tukang becak, hingga anak-anak kecil yang menabung dari jajanannya demi membeli kambing kurban, mereka semua memberi kita pelajaran penting. Jika mereka bisa, kenapa kita tidak? Bahkan ada ungkapan (meskipun sanadnya lemah) bahwa hewan kurban akan menjadi kendaraan kita di atas Shirath (jembatan). Namun, secara maknawi, amal ibadah kurban akan memudahkan perjalanan kita menuju surga. Renungkanlah: kita mampu mencicil kendaraan dunia selama bertahun-tahun, tapi berat mengeluarkan kurban yang hanya setahun sekali. Padahal, kurban bukan sekadar sembelihan, tapi bukti cinta dan pengorbanan kita kepada Allah. 4. Perbanyak Dzikir Amalan lainnya yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak dzikir seperti takbir, tahlil, tahmid, dan tasbih. Nabi SAW bersabda: «ما من أيام أعظم عند الله ولا أحب إليه العمل فيهن من هذه الأيام العشر، فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد» “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih lebih dicintai-Nya daripada hari-hari sepuluh Dzulhijjah. Maka perbanyaklah tahlil, takbir, tahmid, dan tasbih di dalamnya.” (HR. Ahmad) Diriwayatkan dari Imam Bukhari, bahwa sahabat Ibnu Umar dan Abu Hurairah biasa keluar ke pasar selama hari-hari ini dan mengumandangkan takbir, lalu orang-orang pun ikut bertakbir. Penutup Bulan Dzulhijjah adalah momentum emas. Kita perlu membuat rencana ibadah, sekecil apa pun itu. Karena merencanakan kebaikan saja sudah berpahala, apalagi melaksanakannya. Sebaliknya, tidak merencanakan sama saja dengan merencanakan kegagalan. Mari kita berdoa agar Allah memberi kita kesehatan, kesempatan, dan taufik untuk bisa hidup di bulan Dzulhijjah dengan sebaik-baiknya. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang memaksimalkan musim kebaikan ini, dan keluar darinya dengan membawa bekal amal menuju ridha dan surga-Nya.
Aliza Muthmainnah: Belajar, Doa, dan Akhlak Sebagai Kunci Lolos SNBP

Hai teman-teman! Siapa nih di antara kalian yang punya impian lolos SNBP di kampus favorit? Keren banget, lho, bisa tembus kampus impian lewat jalur prestasi yang satu ini! Yuk, kita intip kisah dari Aliza Muthmainnah, santri kelas XII Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI), Maros, Sulawesi Selatan, yang berhasil lulus ke Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025. Siapa tahu bisa membawa inspirasi buat kalian. Kami berkesempatan mewawancarai Aliza pada Senin, 28 April 2025, di salah satu gazebo sekolah. Suasana cenderung lengang saat itu, sebab para santri berada dalam ruangan kelas untuk belajar. Jadi, kami dapat mengobrol dengan santai. “Saya sedang mengerjakan tugas KTI, Ustadz. Karya Tulis Ilmiah sebagai tugas akhir yang wajib dikerjakan siswa kelas XII. Tugas ini bagian dari penilaian akhir sekolah,” jawab gadis penyuka cokelat ini ketika kami tanyakan kegiatannya.. — Saat Semangat Belajar Aliza Hampir Padam Jauh sebelum mengukir prestasi di jalur SNBP, Aliza menceritakan dirinya pernah terperosok ke fase tergelap dalam hidupnya sebagai pembelajar. Ia nyaris kehilangan arah. Tubuhnya hadir di kelas, tapi hatinya kosong, pikirannya melayang entah ke mana. “Saya tamat SMP di SPIDI, lalu melanjutkan SMA di sebuah Islamic boarding school di Jawa Timur. Di sana, saya mengalami culture shock. Lingkungan pesantren yang berbeda, aturan ketat, teman-teman baru, semuanya membuat saya merasa tak nyaman dan terasing” kenangnya lirih. Ia menarik napas panjang sebelum melanjutkan. “Saya hanya bertahan satu semester, lalu menyerah. Ayah memindahkan saya kembali ke SPIDI,” suaranya pelan. “Tapi luka itu itu tak benar-benar sembuh. Semangat belajar saya surut drastis. Sampai tak berminat sekolah. Meski kembali ke lingkungan lama, trauma itu membuat saya kehilangan gairah dan motivasi,” tambah gadis penyuka mata pelajaran sosiologi ini. Hal yang disyukurinya, guru, ummi asrama, dan teman-temanlah yang berperan besar dalam mengembalikan kepercayaan diri dan semangatnya. Suntikan motivasi, pelukan hangat saat sedih, hingga canda tawa yang tulus perlahan-lahan membalut lukanya. Bersama mereka, ia kembali menemukan kenyamanan yang sempat hilang. Butuh satu semester untuk menyembuhkan luka itu. Dan di bangku kelas XI, barulah ia bisa pulih seutuhnya. Aliza tak lupa menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada guru, ummi, dan teman-teman yang setia menemaninya melewati masa-masa sulit itu. — Cita-Cita Aliza dan Penolakan Sang Ibu Lingkungan sekolah yang penuh dinamika, pertemanan dengan siswa dari berbagai latar belakang dan daerah, serta kompleksitas masalah yang ia amati di kampus pesantren perlahan membuka matanya. Ditambah kekaguman pada sosok psikolog pesantren, Ibu Nadrah. Hal itu menumbuhkan cita-cita baru dalam diri Aliza: menjadi seorang psikolog. Ia bermimpi suatu hari nanti bisa menjadi bagian dari solusi. Ia ingin membantu orang-orang keluar dari persoalan hidup dengan cara yang positif. Duduk di bangku kelas XII, cita-cita itu semakin kuat mencengkeram hatinya. Ia mulai banyak mempelajari hal-hal yang terkait dengan dunia psikologi dan berdiskusi dengan guru terkait cita-citanya. Namun, di balik tekad itu, tersimpan drama. Ibunya menolak keras rencana Aliza dan bersikeras agar ia kuliah kedokteran. Bagi Aliza, ini bukan sekadar beda pendapat, tapi pertarungan antara harapan dan kenyataan. Ia tak ingin mengecewakan ibunya namun, hatinya terpaut pada psikologi. Ia tetap teguh pada pilihannya. Situasi pun menemui jalan buntu. Tak ada titik temu. Hingga akhirnya, guru dan wali kelas turun tangan. Mereka bicara dari hati ke hati dengan ibunya, menjelaskan potensi dan kecintaan Aliza pada dunia psikologi. Butuh waktu dan kesabaran. Namun perlahan, hati sang ibu mulai luluh. Dengan restu yang akhirnya diberikan, Aliza melangkah dengan penuh keyakinan. Ia mendaftar di Universitas Negeri Makassar, program studi Psikologi, melalui jalur SNBP. Dan alhamdulillah, hasilnya membahagiakan: ia dinyatakan lulus. — Tips-Tips Keren Aliza Aliza berbagi kisah perjuangannya dalam menghadapi ujian SNBP. Menurutnya, usaha yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan teman-temannya: giat belajar selama setahun penuh, mengikuti bimbingan internal dan eksternal, serta tryout yang diselenggarakan sekolah. Namun, karena merasa teman-temannya lebih unggul dalam prestasi akademik, Aliza memilih jalur lain. Ia memutuskan untuk memperbanyak amalan. Selain belajar, ia berusaha menerapkan akhlak mulia dan sikap malebbi (keanggunan) yang diajarkan di sekolah. Ia selalu bersikap hormat dan santun, tidak hanya kepada guru, tetapi juga kepada pegawai kampus seperti cleaning service, ibu dapur, dan petugas keamanan. “Saya tak berniat menjadikan akhlak mulia sebagai jalan menuju kelulusan. Tapi jika saya tidak unggul dalam akademik, maka saya ingin unggul dalam ibadah, akhlak, dan kecerdasan sosial,” ujarnya. Tak hanya itu, Aliza juga menempuh jalur langit: memperbanyak doa dalam shalatnya, meminta doa orang tua, dan menemui banyak guru secara personal untuk meminta doa mereka. Aliza juga tak lupa untuk mengapresiasi guru dan sekolah yang telah memberikan bekal terbaik untuk dirinya dan teman-temannya dalam menghadapi ujian SNBP. — Harapan dan Wejangan Aliza Ditanya tentang harapan-harapannya kepada adik kelas, utamanya anak kelas X dan XI, ia memberikan beberapa wejangan. “Saya berharap adik-adik menemukan potensi dan cita-cita sedini mungkin. Lalu kejar impian itu dengan giat belajar,” pesannya bersemangat. “Selain itu, selalulah ikut lomba, karena piagam dan sertifikat lomba ikut menentukan kelulusan di SNBP dan membantu mendapatkan beasiswa dari universitas,” pungkasnya. — Penutup Perjalanan Aliza Muthmainnah mengajarkan kita bahwa keberhasilan bukan semata soal kecerdasan akademik, tapi juga tentang ketangguhan hati, keluhuran akhlak, dan keyakinan yang tak pernah padam. Dari luka menjadi pelajaran, Aliza membuktikan bahwa siapa pun yang bersungguh-sungguh, berakhlak mulia, dan menjemput takdirnya lewat doa dan usaha, InsyaAllah akan menemukan jalan terbaik menuju mimpinya. Kini giliranmu. Temukan potensimu, percayai prosesmu, dan langkahkan kaki dengan penuh adab dan harapan. Karena seperti Aliza, setiap langkah kecilmu hari ini bisa menjadi pintu gerbang menuju masa depan yang kamu impikan. Ditulis oleh Mudzakkir Abidin
SPIDI Maros Cetak Generasi Digital: Presentasi Amanda Aisyah Curi Perhatian

Dunia pendidikan kembali mendapat angin segar dari Santri Putri Darul Istiqamah (SPIDI) Maros. Amanda Aisyah Zasqia Arifin, siswi kelas XII, mencuri perhatian dalam presentasi nasional bertema “Aplikasi Manajemen Tugas Siswa dengan Gemini” yang digelar secara daring melalui Google Meet pada Senin (29/4). Acara ini merupakan bagian dari program berbagi yang diinisiasi oleh SPIDI—sebagai Google Reference School pertama di wilayah Indonesia Timur—bersama Komunitas GEG Indonesia dan sekolah-sekolah kandidat rujukan Google. Tujuannya adalah mendorong transformasi digital di dunia pendidikan Indonesia. Dalam presentasinya, Amanda yang juga anggota Siswa Google Mania (SIGMA), dengan percaya diri menjelaskan cara kerja Gemini, teknologi AI generatif dari Google, serta bagaimana alat ini memudahkan pelajar membuat aplikasi meski tanpa pengalaman coding. “Tanpa mendalami coding, siapa pun bisa membuat aplikasi menggunakan Gemini. Ini langkah revolusioner yang membuka peluang besar bagi banyak orang,” ujar Amanda saat sesi berlangsung. Ia juga mengungkapkan bahwa Gemini membantunya menyelesaikan berbagai tugas sekolah secara lebih cepat dan terstruktur. Kepala Sekolah SPIDI, Irmayanti, M.Pd., menyatakan kebanggaannya terhadap capaian Amanda. “Alhamdulillah, Amanda sukses. Kami pilih dia karena minat IT-nya kuat dan pernah membuat proyek digital sebelumnya,” ujarnya. Tak hanya dari pihak sekolah, pujian juga datang dari Leader Google Educator Group Pasuruan, Liza Timmy Zulva, S.E. “SPIDI dan siswanya patut tampil di APAC (Asian Pasifik). Amanda keren, tetap tenang dan bisa improvisasi saat jaringan lemot,” ungkap Liza melalui pesan WhatsApp. Acara yang dipandu oleh Mutia Salsajabila Bastiar berlangsung meriah dan interaktif. Para peserta, baik siswa maupun guru dari berbagai daerah, menunjukkan antusiasme tinggi lewat diskusi dan tanya-jawab di akhir sesi. Penampilan Amanda menjadi bukti bahwa santri juga mampu bersaing dan tampil unggul di kancah digital global. Dari SPIDI Maros, langkah kecil ini menjadi bagian dari lompatan besar dalam membentuk masa depan pendidikan digital Indonesia.
Sekolah Putri Darul Istiqamah Gelar Pentas Dakwah dan Seni

Mahrajan Sanawy merupakan Pentas Dakwah dan Seni yang diselenggarakan setiap tahun oleh siswi Sekolah Putri Darul Istiqamah. Mengangkat Tema Perahu Kehidupan Dalam Menyusuri Lautan dengan Iman, Setiap penampilan mengisahkan tentang berbagai kisah nabi. Tidak hanya mempersembahkan penampilan yang penuh haru dan penuh makna, Mahrajan Sanawy juga bertujuan untuk mengasah kreativitas siswa dengan berbagai lomba yang dihadirkan, antara lain penampilan drama musikal terbaik, Syarhil Qur’an, Lomba Poster, serta lomba Trash to Trend. Kegiatan yang dilaksanakan di Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) Kab.Maros pada hari Sabtu (15/2) ini, dihadiri oleh Jajaran Direktur Sekolah Putri Darul Istiqamah, Pengawas Bina SMPS IT DARUL ISTIQAMAH, Pengawas Damping SMAS IT Darul Istiqamah, para civitas, Perwakilan Osis SMP dan SMA, serta seluruh siswi Sekolah Putri Darul Istiqamah. Kepala Tarbiyah SPIDI, Abdul Salam Rahim, Lc, dalam sambutannya menyatakan sangat mengapresiasi kegiatan siswa dimana siswi-siswi SPIDI penuh kreativitas dan inovasi bukan hanya dari segi lombanya namun dari dekorasi panggung yang begitu memakau dengan ilustrasi kehidupan laut sesuai dengan tema yang ditampilkan. “Perahu kehidupan menyusuri Lautan dengan Iman, yang memaknai bahwa dalam menyusuri kehidupan ibaratkan laut yang penuh gejolak sehingga dibutuhkan keteguhan yang kuat perlu ada pengangan yaitu iman dalam diri,” ungkapnya. Pengawas Bina SMPS IT DARUL ISTIQAMAH, Muhammad Dahlan, S.Pd M.Pd dalam sambutannya menyatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh siswa dimana mampu membuat kegiatan yang mengunggah hati. Pengawas SMAS IT Darul Istiqamah Maccopa Maros Muhammad Alimin S.Pd., M.Si yang sekaligus membuka kegiatan Mahrajan Sanawy ini sangat salut dan mengapresiasi kegiatan tersebut, khususnya panitia kegiatan yang merupakan siswi kelas XI mampu menggalang dana lewat sponsor layaknya sudah berpengalaman dan ini merupakan modal utama nantinya jika sudah terjun di masyarakat. “Kami juga mengapresiasi guru-guru serta pengurus Pondok yang ada di SPIDI Maros ini, karena dengan bimbingan dan arahannya sehingga apa yang dihadirkan siswa dalam Mahrajan Sanawy ini, sangat berkesan baik dari siswi itu sendiri maupun penonton yang hadir,” ungkapnya. Adapun pesannya bahwa sesuai dengan tema yang diangkat dalam kegiatan Mahrajan Sanawy tentang perahu kehidupan menyusuri Lautan dengan Iman, mengandung makna yang sangat dalam dimana kita pahami bahwa laut yang penuh misteri yang kadangkala tenang kadang juga berombak bahwa ombak besar, seperti halnya dalam menjalani kehidupan dimana kita kadangkala di ombang ambing dengan kondisi yang bisa meluluhkan iman kita, sehingga keteguhan iman dalam diri dijaga dengan kuat sehingga terpaan ombak bagaimanapun besarnya dengan iman yang kuat tak tergoyahkan. “Tetap berkarya, berinovasi dengan karya dan inovasi serta kerjasama yang baik akan menjadi pengalaman yang sangat berharga di masa depan,” harapnya.
Tips Mempersiapkan Ibadah Ramadhan yang Maksimal

Ramadhan Akan Kembali Hadir, Sudahkah Kita Bersiap? Ramadhan akan kembali menyapa, membawa limpahan rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Sebagai umat Muslim, tentu kita ingin memanfaatkannya sebaik mungkin agar dapat meraih gelar ketakwaan yang dijanjikan oleh Allah dalam Al-Qur’an. Allah berfirman: يَا أَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”(QS. Al-Baqarah: 183) Namun, ibadah yang optimal di bulan Ramadhan tidak datang begitu saja. Dibutuhkan persiapan matang agar setiap momen dapat dimaksimalkan sebagai ladang pahala. Berikut adalah tujuh hal yang perlu kita persiapkan agar Ramadhan menjadi lebih bermakna. 1. Memperdalam Ilmu Agama Setiap ibadah harus didasari oleh ilmu agar diterima di sisi Allah SWT. Allah berfirman: فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ “Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.”(QS. Muhammad: 19) Beribadah tanpa memahami tata cara dan hukumnya bisa menyebabkan kesalahan yang tidak disadari, yang berisiko membuat amalan tertolak. Umar bin Abdul Aziz pernah berkata: “Siapa yang beribadah kepada Allah tanpa didasari ilmu, maka kerusakan yang ia lakukan lebih banyak daripada manfaat yang ia peroleh.”(Majmu’ Al-Fatawa, 2: 282) Sebelum memasuki bulan Ramadhan, kita perlu memahami fiqih puasa, termasuk hal-hal yang membatalkan puasa dan yang hanya sekadar makruh. Selain itu, kita juga dianjurkan untuk: Ilmu bisa diperoleh dari kitab, ceramah ulama, bertanya kepada orang yang berilmu, atau melalui media digital seperti YouTube dan podcast Islami. Dengan pemahaman yang baik, ibadah kita akan lebih khusyuk dan bermakna. 2. Menjaga Kesehatan Fisik Rasulullah ﷺ bersabda: الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.”(HR. Muslim No. 2664) Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menuntut kesiapan fisik agar dapat menjalankannya dengan baik. Jika tubuh lemah dan mudah sakit, ibadah lain seperti shalat tarawih dan tilawah Al-Qur’an pun akan terasa berat. Untuk itu, kita bisa mulai dengan: Dengan fisik yang sehat, kita bisa menjalani Ramadhan dengan lebih maksimal tanpa mudah merasa lemas atau kelelahan. 3. Menyambut Ramadhan dengan Hati yang Lapang dan Bahagia Menyambut Ramadhan seharusnya dengan hati yang bahagia. Syekh Ibnu Rajab Al-Hambali berkata:\ “Bagaimana mungkin seorang mukmin tidak bergembira ketika diberi kabar gembira dengan terbukanya pintu-pintu surga, tertutupnya pintu-pintu neraka, dan dibelenggunya setan-setan?”(Latha’if Al-Ma’arif, hlm. 148) Allah berfirman: قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا۟ ۚ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ “Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.”(QS. Yunus: 58) Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga memperbaiki diri dan membersihkan hati dari berbagai penyakit batin. Imam Ibnu Mas’ud pernah bertanya kepada orang-orang saleh, “Bagaimana kalian menyambut bulan Ramadhan?” Mereka menjawab: “Tidak ada satu pun dari kami yang berani menyambut bulan Ramadhan, sementara dalam hatinya masih ada secuil rasa dengki atau benci kepada saudaranya.” Maka, sebelum Ramadhan tiba, mari kita: Dengan hati yang bersih, kita akan lebih mudah meraih keberkahan di bulan Ramadhan. 4. Menyusun Jadwal dan Target Ibadah “Gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan, ” (Benjamin Franklin) Bulan Ramadhan sangat berharga, dan jika tidak dikelola dengan baik, ia bisa berlalu begitu saja tanpa hasil yang berarti. Untuk itu, kita perlu menyusun jadwal dan target ibadah, seperti: 5. Menyiapkan Finansial untuk Berbagi Rasulullah ﷺ adalah sosok yang paling dermawan, dan beliau menjadi lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan. Sebagai bentuk persiapan, kita bisa: Persiapan finansial juga membantu kita lebih fokus pada ibadah Ramadhan dan mengurangi kesibukan duniawi. 6. Menciptakan Suasana Ramadhan di Rumah dan Lingkungan Agar semangat Ramadhan lebih terasa, kita bisa: Lingkungan yang kondusif akan membuat ibadah terasa lebih ringan dan menyenangkan. 7. Melatih Diri dengan Pembiasaan Sejak Sebelum Ramadhan Orang yang sukses memanfaatkan Ramadhan bukanlah mereka yang tiba-tiba rajin ibadah, tetapi mereka yang sudah membiasakan diri sejak sebelumnya. Pepatah mengatakan, “Ala bisa karena biasa.” Maka, sebelum Ramadhan datang, kita bisa mulai dengan: Dengan persiapan yang matang, semoga kita dapat menjalani Ramadhan dengan maksimal dan meraih ketakwaan yang sejati. اللهم بلغنا رمضان وبارك لنا فيه “Ya Allah, sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan dan berkahilah kami di dalamnya.”