SPIDI Maros Cetak Generasi Digital: Presentasi Amanda Aisyah Curi Perhatian

Dunia pendidikan kembali mendapat angin segar dari Santri Putri Darul Istiqamah (SPIDI) Maros. Amanda Aisyah Zasqia Arifin, siswi kelas XII, mencuri perhatian dalam presentasi nasional bertema “Aplikasi Manajemen Tugas Siswa dengan Gemini” yang digelar secara daring melalui Google Meet pada Senin (29/4). Acara ini merupakan bagian dari program berbagi yang diinisiasi oleh SPIDI—sebagai Google Reference School pertama di wilayah Indonesia Timur—bersama Komunitas GEG Indonesia dan sekolah-sekolah kandidat rujukan Google. Tujuannya adalah mendorong transformasi digital di dunia pendidikan Indonesia. Dalam presentasinya, Amanda yang juga anggota Siswa Google Mania (SIGMA), dengan percaya diri menjelaskan cara kerja Gemini, teknologi AI generatif dari Google, serta bagaimana alat ini memudahkan pelajar membuat aplikasi meski tanpa pengalaman coding. “Tanpa mendalami coding, siapa pun bisa membuat aplikasi menggunakan Gemini. Ini langkah revolusioner yang membuka peluang besar bagi banyak orang,” ujar Amanda saat sesi berlangsung. Ia juga mengungkapkan bahwa Gemini membantunya menyelesaikan berbagai tugas sekolah secara lebih cepat dan terstruktur. Kepala Sekolah SPIDI, Irmayanti, M.Pd., menyatakan kebanggaannya terhadap capaian Amanda. “Alhamdulillah, Amanda sukses. Kami pilih dia karena minat IT-nya kuat dan pernah membuat proyek digital sebelumnya,” ujarnya. Tak hanya dari pihak sekolah, pujian juga datang dari Leader Google Educator Group Pasuruan, Liza Timmy Zulva, S.E. “SPIDI dan siswanya patut tampil di APAC (Asian Pasifik). Amanda keren, tetap tenang dan bisa improvisasi saat jaringan lemot,” ungkap Liza melalui pesan WhatsApp. Acara yang dipandu oleh Mutia Salsajabila Bastiar berlangsung meriah dan interaktif. Para peserta, baik siswa maupun guru dari berbagai daerah, menunjukkan antusiasme tinggi lewat diskusi dan tanya-jawab di akhir sesi. Penampilan Amanda menjadi bukti bahwa santri juga mampu bersaing dan tampil unggul di kancah digital global. Dari SPIDI Maros, langkah kecil ini menjadi bagian dari lompatan besar dalam membentuk masa depan pendidikan digital Indonesia.
Sekolah Putri Darul Istiqamah Gelar Pentas Dakwah dan Seni

Mahrajan Sanawy merupakan Pentas Dakwah dan Seni yang diselenggarakan setiap tahun oleh siswi Sekolah Putri Darul Istiqamah. Mengangkat Tema Perahu Kehidupan Dalam Menyusuri Lautan dengan Iman, Setiap penampilan mengisahkan tentang berbagai kisah nabi. Tidak hanya mempersembahkan penampilan yang penuh haru dan penuh makna, Mahrajan Sanawy juga bertujuan untuk mengasah kreativitas siswa dengan berbagai lomba yang dihadirkan, antara lain penampilan drama musikal terbaik, Syarhil Qur’an, Lomba Poster, serta lomba Trash to Trend. Kegiatan yang dilaksanakan di Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) Kab.Maros pada hari Sabtu (15/2) ini, dihadiri oleh Jajaran Direktur Sekolah Putri Darul Istiqamah, Pengawas Bina SMPS IT DARUL ISTIQAMAH, Pengawas Damping SMAS IT Darul Istiqamah, para civitas, Perwakilan Osis SMP dan SMA, serta seluruh siswi Sekolah Putri Darul Istiqamah. Kepala Tarbiyah SPIDI, Abdul Salam Rahim, Lc, dalam sambutannya menyatakan sangat mengapresiasi kegiatan siswa dimana siswi-siswi SPIDI penuh kreativitas dan inovasi bukan hanya dari segi lombanya namun dari dekorasi panggung yang begitu memakau dengan ilustrasi kehidupan laut sesuai dengan tema yang ditampilkan. “Perahu kehidupan menyusuri Lautan dengan Iman, yang memaknai bahwa dalam menyusuri kehidupan ibaratkan laut yang penuh gejolak sehingga dibutuhkan keteguhan yang kuat perlu ada pengangan yaitu iman dalam diri,” ungkapnya. Pengawas Bina SMPS IT DARUL ISTIQAMAH, Muhammad Dahlan, S.Pd M.Pd dalam sambutannya menyatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh siswa dimana mampu membuat kegiatan yang mengunggah hati. Pengawas SMAS IT Darul Istiqamah Maccopa Maros Muhammad Alimin S.Pd., M.Si yang sekaligus membuka kegiatan Mahrajan Sanawy ini sangat salut dan mengapresiasi kegiatan tersebut, khususnya panitia kegiatan yang merupakan siswi kelas XI mampu menggalang dana lewat sponsor layaknya sudah berpengalaman dan ini merupakan modal utama nantinya jika sudah terjun di masyarakat. “Kami juga mengapresiasi guru-guru serta pengurus Pondok yang ada di SPIDI Maros ini, karena dengan bimbingan dan arahannya sehingga apa yang dihadirkan siswa dalam Mahrajan Sanawy ini, sangat berkesan baik dari siswi itu sendiri maupun penonton yang hadir,” ungkapnya. Adapun pesannya bahwa sesuai dengan tema yang diangkat dalam kegiatan Mahrajan Sanawy tentang perahu kehidupan menyusuri Lautan dengan Iman, mengandung makna yang sangat dalam dimana kita pahami bahwa laut yang penuh misteri yang kadangkala tenang kadang juga berombak bahwa ombak besar, seperti halnya dalam menjalani kehidupan dimana kita kadangkala di ombang ambing dengan kondisi yang bisa meluluhkan iman kita, sehingga keteguhan iman dalam diri dijaga dengan kuat sehingga terpaan ombak bagaimanapun besarnya dengan iman yang kuat tak tergoyahkan. “Tetap berkarya, berinovasi dengan karya dan inovasi serta kerjasama yang baik akan menjadi pengalaman yang sangat berharga di masa depan,” harapnya.
Kilas Balik Workshop Pendidikan, Strategi Tingkatkan Kompetensi Guru

Value 3P2K (Pengabdi, Pembelajar, Profesional, Keteladanan, dan Kolaborasi) bagi guru dan civitas terus ditingkatkan di Sekolah Putri Darul Istiqamah. Salah satunya melalui berbagai program pengembangan, oleh unit Research and Development Center (RDC). “Dengan meningkatnya kompetensi para guru, kita berharap juga dapat semakin meningkatkan profesionalitas dari guru dan seluruh civitas,” ungkap Zulfikar, Kepala RDC. Berbagai jenis pelatihan diadakan, mulai dari Sharing Best Practice Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran, Microteaching WAFA, kajian Tafsir QS An Nur, Best Practice ICCTL (Integrasi Keislaman dalam Pembelajaran, Research Based Learning, Collaborative Learning, Joyful Learning). Selain itu, dalam kegiatan ini juga diadakan Outbond Team Building, Pemberian Materi Mallebi’, Pembutan Project Syiar Materi, dan berbagai materi lainnya yang tentunya bertujuan untuk semakin meningkatkan kapabilitas para guru maupun staff SPIDI. Harapannya, dengan kegiatan ini, Sekolah Putri Darul Istiqamah dapat terus memberikan pendidikan terbaik kepada para generasi terbaik, siswi Sekolah Putri Darul Istiqamah.
Gelaran Spesial untuk Anak Spesial “Sekolah Alam Darul Istiqamah Gelar Festival Green Therapy”

Melihat anak-anak berkebutuhan khusus menikmati bermain bersama alam sambil tertawa lepas merupakan pemandangan yang membahagiakan. Bukan hanya bagi orang tua, tapi juga bagi semua orang yang ikut menyaksikannya. Pemandangan itu dapat kita lihat hari ini, Sabtu (07/09/2024) di Sekolah Alam Darul Istiqamah (SADIQ). Ada kurang lebih 106 anak-anak yang 60 persennya adalah ABK turut serta dalam gelaran Festival Green Therapy. Anak-anak tertawa puas saat bola masuk tepat dalam keranjang. Diiringi pula sorak-sorai tepuk tangan orang-orang yang menyaksikannya. Tepukan penuh makna melipatgandakan kebahagiaan anak-anak spesial itu. “Anak-anak boleh bawa pulang pohon yang sudah ditanam dalam polybag, ” kata ustadzah yang mendampingi anak-anak dalam Gardening Therapy. Mendengar itu, seorang anak berteriak kegirangan sambil mengangkat kantong yang berisi tanah dan tanaman nangka miliknya. Ia adalah Ella, wanita berusia 12 tahun. Pengidap penyakit lupus atau seribu wajah. Lain halnya dengan Ilham. Anak berusia 10 tahun pengidap penyakit ADHD (hiperaktif) dengan percaya diri meminta mic pada ustadzah. Lalu bernyanyi. Suaranya cukup bagus. Tak pelak suaranya mengundang banyak orang datang menyaksikan penampilan penyanyi dadakan itu. “Satu lagu lagi, ” Teriak penonton.Ilham bahagia mendapatkan dukungan begitu banyak. Mungkin baru pertama kali ia mendapatkan sambutan seperti ini. Kepala Sekolah Alam Darul Istiqamah, Rafelia Husain mengatakan kalau kegiatan ini adalah bentuk kepedulian sekolahnya terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. “Acara ini diadakan untuk ABK. Tapi tak sedikit pula anak normal yang turut serta. Kami dedikasikan buat anak-anak berkebutuhan khusus sebagai bentuk perhatian kami terhadap mereka, ” Kata Rafelia. Orang tua mana yang tak bahagia saat melihat anak yang sering kali mereka tangisi nasibnya riang gembira menikmati wahana permainan. “Kegiatan ini sangat baik bagi anak-anak. Anak kami dapat menikmati banyak wahana permainan yang tak pernah kami temukan di tempat lain. Kami berterima kasih pada SADIQ atas perhelatan Green Festival ini. Gratis pula,” Kesan Pak Tri Sutrisno. Senada dengan pak Tri Sutrisno, pak Amir juga berterima kasih pada SADIQ atas terselenggaranya acara ini. Anaknya senang sekali. Festival Green Therapy kali ini membawa banyak muatan terapi seperti terapi berkuda (hyppotherapy), terapi air (hydro therapy), Terapi Bersama Alam, dan lain-lain. “Terapi Bersama Alam adalah salah satu terapi terbaik bagi anak. Ini merupakan salah satu bentuk pemulihan alternatif bagi ABK, ” Jelas pemateri seminar, Dr. Riza Sativani Hayati. Kebahagiaan adalah obat. Obat bagi anak dan juga bagi orang tua yang melihat anak ceria. Mereka pulang membawa pengalaman yang mungkin anak-anak itu tak dapat ceritakan, tapi pengalaman itu tak akan pernah mereka lupakan. Terima kasih SADIQ.Terima kasih UAD dan Unismuh.Terima kasih Kemendikbud Ristek.Atas kolaborasi penuh kebaikan ini.
SPIDI Berbagi Penerapan Teknologi Digital dalam Pembelajaran

Refo Indonesia bekerja sama dengan IPEKA International Christian Schools mengadakan Road Show dan Sharing Session dengan tema “Mempersiapkan Sekolah di Era AI” di hotel Mercure, Makassar, Kamis 22/08. Dalam kegiatan tersebut, Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) sebagai sekolah pertama Google Reference School (GRS) di Sulawesi Selatan dan yang ketiga di Indonesia dipercaya menjadi salah satu pemateri best practice dalam sharing session. Kepala SMA SPIDI, Irmayanti Arifuddin, M.Pd. dalam sesi berbagi tersebut menjelaskan praktik penerapan Google Workspace Education (GWE) , tools, kelebihan, dan tantangan penerapannya di SPIDI. “Penerapan GWE menjadi salah satu media pembelajaran yang efektif sekaligus menyenangkan bagi peserta didik. Dengan teknologi Google, akses informasi dan ilmu semakin dekat, kemudian disajikan dengan konten yang lebih menarik hingga membuat anak-anak tak bosan mengikuti pembelajaran,” ujar Irmayanti dalam sambutannya. Peserta berjumlah 70 orang yang berasal dari berbagai sekolah besar di Sulawesi Selatan begitu antusias mendengarkan. Beberapa sekolah dalam sesi tanya mengaku tertarik mengaplikasikan pembelajaran GWE. Dalam sambutannya, Principal Learning Consultant REFO Indonesia, Steven Sutantro mengatakan bahwa SPIDI adalah contoh sekolah yang menerapkan GWE. “Teman-teman tak perlu jauh-jauh jika ingin belajar tentang penerapan teknologi digital dalam pembelajaran. SPIDI sebagai sekolah pertama di Sulawesi Selatan menerapkan GWE bisa menjadi referensi kita semua,” ajak Steven.
Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) Terima Kunjungan Kerja dari Sekolah Islam Athirah Makassar

Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) diwakili oleh Direktur Pendidikan SPIDI, Dr. Riza Sativani Hayati, S.Pd.,M.Pd. dan jajaran kepala unit pendidikan menerima kunjungan kerja Sekolah Islam Athirah 1 Makassar, pada Rabu,14/08/24 Kunjungan kerja Sekolah Athirah dalam rangka konsultasi dan belajar penerapan sekolah berbasis digital pada SPIDI. “Kami berterima kasih atas sambutan ini. Kami datang untuk belajar tentang penerapan sekolah berbasis digital, bagaimana proses, melihat langsung penerapannya di SPIDI, dan teknis pembelajarannya.” Kata Kepala SMA Athirah 1 Makassar, Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya. Sementara itu Riza Sativani mengapresiasi kunjungan ini. Ia mengatakan banyak sekolah sebelumnya yang juga pernah datang ke SPIDI dalam rangka belajar penerapan sekolah berbasis digital. “Alhamdulillah, kami mengapresiasi kunjungan Athirah ini. Sebelumnya, beberapa sekolah besar lainnya juga pernah berkunjung ke sini untuk tujuan yang sama dengan Athira. Kami berharap sharing antar sekolah seperti ini sering dilakukan ke depannya.” Ujar Direktur Pendidikan SPIDI, Riza Sativani. Kepala ICT SPIDI, Halid Hasan dipercayakan untuk mempresentasikan penerapan pendidikan digital, tools, kendala, metode, hingga teknis pelaksanaannya kepada peserta lawatan ini.