Wujudkan Kepedulian, Keluarga Besar SPIDI, DIBS, dan SADIQ Salurkan Donasi Rp34,6 Juta untuk Korban Banjir Sumatra Barat

MAROS, SULAWESI SELATAN – Sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, keluarga besar lembaga pendidikan SPIDI Female Boarding School (Sekolah Putri Darul Istiqamah), DIBS (Darul Istiqamah Boarding School), dan SADIQ (Sekolah Alam Darul Istiqamah) telah berhasil menghimpun dan menyalurkan bantuan untuk warga terdampak bencana banjir di wilayah Sumatra Barat. Melalui gerakan sosial yang melibatkan orang tua siswa (Ayah Bunda) serta seluruh civitas akademika, total donasi yang terkumpul mencapai Rp34.630.000. Kolaborasi Strategis dalam Penyaluran Penyaluran bantuan ini dilakukan secara kolaboratif bersama tim Wafa Care Pesantren Diniyyah Putri Padang Panjang. Kerja sama ini memastikan bantuan tersampaikan secara tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan di lokasi terdampak. Salah satu titik penyaluran bantuan dilakukan di SDN 03 Guguak Malalo Kec. Batipuah Selatan, di mana bantuan diserahkan langsung kepada pihak sekolah dan warga sekitar guna mendukung pemulihan pascabencana. Dalam pernyataan resminya, pihak manajemen SPIDI, DIBS, dan SADIQ menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh donatur: “Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ayah dan Bunda yang telah berkontribusi. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatra Barat dan menjadi amal jariyah bagi kita semua.” Ujar Dr.Riza Sativani selaku Direktur Akademik SPIDI-SADIQ-DIBS. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk menanamkan nilai-nilai empati dan kepedulian sosial sejak dini kepada para santri dan seluruh keluarga besar sekolah, membuktikan bahwa jarak bukan penghalang untuk saling mengulurkan tangan. Penulis: Minarni Puspita, S.I.Kom
Rencana Bangun Lembaga Pendidikan di Gaza, Prof. Nasr Arif dari UAE Kunjungi SPIDI Female Boarding School

Makassar – Prof. Nasr Arif dari Uni Emirat Arab (UAE) mengunjungi Spidi Female Boarding School dalam rangka penjajakan rencana pembangunan lembaga pendidikan di Gaza, Palestina. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda strategis Educators Without Borders International (EWBI) dalam memperkuat pendidikan Islam di wilayah konflik. Prof. Nasr Arif yang merupakan Advisor EWBI hadir bersama Dr. Mouza, selaku Chairman EWBI. Keduanya melakukan benchmarking ke sejumlah lembaga pendidikan berasrama di Indonesia, baik untuk putra maupun putri. Spidi Female Boarding School menjadi salah satu rujukan dalam proses tersebut, termasuk sebagai referensi pengelolaan pendidikan dan kelembagaan. Dalam pertemuan tersebut, rombongan EWBI diterima langsung oleh Direktur Akademik Spidi Female Boarding School, Dr. Riza Sativani. Riza menyampaikan kesiapan lembaganya untuk memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan lembaga pendidikan di Gaza. Ia juga memaparkan berbagai program unggulan yang dijalankan di Spidi Female Boarding School, mulai dari sistem pendidikan berasrama, pengembangan kurikulum, hingga program Tilawa yang menjadi bagian dari penguatan karakter, spiritualitas, dan kualitas bacaan Al-Qur’an para siswi. Selain membahas dukungan kelembagaan, pertemuan ini juga mendiskusikan peluang kerja sama program, kurikulum, dan manajemen pendidikan berasrama yang dapat diadaptasi sesuai dengan kondisi sosial dan kemanusiaan di Gaza. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi internasional dalam mendukung pendidikan Islam yang berkelanjutan. Penulis: Ismawan Amir MSc
Keren! 500 Prestasi di 2025, SPIDI Jadi Tempat Berkumpulnya Anak-Anak Juara

Makassar — Sepanjang tahun 2025, SPIDI mencatat 500 prestasi dari berbagai bidang. Capaian itu diraih dari kompetisi akademik, tahfidz, olahraga, seni, hingga ajang kepemimpinan dan keterampilan. Raihan tersebut mengukuhkan SPIDI sebagai sekolah yang dikenal melahirkan siswa-siswi bermental juara. Direktur Akademik SPIDI, Dr Riza Sativani, mengatakan prestasi bukan sekadar hasil akhir, melainkan buah dari pembinaan yang konsisten dan terukur. “Di SPIDI, prestasi itu bukan kebetulan. Ada pembinaan yang rapi, evaluasi rutin, dan pendampingan intensif. Target kami bukan hanya menang lomba, tapi membentuk kebiasaan juara: disiplin, fokus, dan berakhlak,” kata Dr Riza Sativani dalam keterangannya, Senin (22/12/2025). Menurut Riza, budaya sekolah yang mendorong siswa berani mencoba dan berkembang menjadi faktor kuat di balik lonjakan prestasi sepanjang 2025. Selain penguatan akademik, SPIDI juga menyiapkan jalur pembinaan sesuai minat dan potensi siswa. “Kami memetakan potensi anak sejak awal. Ada yang kuat di akademik, ada yang menonjol di tahfidz, ada yang cepat berkembang di olahraga atau seni. Tugas kami memastikan mereka dapat jalur pembinaan yang tepat,” ujarnya. Riza menyebut, salah satu penguat pembinaan di SPIDI adalah hadirnya lebih dari 30 kelas pembinaan minat dan bakat yang terbagi dalam dua jalur, yakni life skill class dan talent class. Kelas-kelas tersebut dirancang agar siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga punya keterampilan, karakter, dan kesiapan menghadapi tantangan nyata. “Anak-anak perlu ruang untuk menemukan dan mengasah potensinya. Karena itu kami sediakan lebih dari 30 kelas pembinaan minat bakat, mulai dari life skill class sampai talent class. Di sinilah anak dibimbing, dilatih, lalu dipertemukan dengan panggung kompetisi yang sesuai,” kata Dr Riza Sativani. Di tengah tingginya kebutuhan orang tua mencari sekolah dengan pembinaan yang jelas, Riza menyebut pihaknya juga membuka ruang konsultasi bagi orang tua yang ingin memahami program pendidikan dan pola pembinaan di SPIDI. “Kalau orang tua ingin anaknya tumbuh dalam ekosistem yang terarah—akademiknya kuat, tahfidznya dibina, karakternya dibentuk—silakan konsultasi. Kami terbuka menjelaskan program pembinaan dan jalur pengembangan anak di SPIDI,” ujar Riza. Ia menambahkan, lingkungan yang sehat turut menjadi faktor penting. Di SPIDI, siswa dibiasakan saling menguatkan, bukan saling menekan, sehingga anak lebih percaya diri dan konsisten dalam prosesnya. “Anak-anak juara itu bukan hanya yang bawa pulang piala, tapi juga yang konsisten, bertanggung jawab, dan punya adab. Prestasi adalah bonus dari proses panjang,” tambah Riza. Dengan capaian 500 prestasi sepanjang 2025, SPIDI menargetkan penguatan program pembinaan di tahun berikutnya, baik dari sisi kualitas pelatihan, peningkatan partisipasi kompetisi, maupun pengembangan karakter dan spiritual siswa. Penulis: Ismawan Amir, MSc
Mencetak Tunas Unggul dan Melek Digital dari Pondok Putri

SALSA sebentar lagi lulus sekolah dasar. Naila, kakaknya, mengajak dia untuk ikut mondok di SPIDI Female Boarding School (Sekolah Putri Darul Istiqamah), Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Namun, Salsa ogah. Sebab dia tahu, di boarding school itu santri tidak boleh membawa ponsel. “Tidak mau, nanti saya gaptek,” protes Salsa. Namun semua berubah ketika Naila memperlihatkan profil sekolahnya yang tayang di Youtube. Santri Spidi memang tak membawa ponsel dari rumah. Namun, pihak pondok menyediakan ratusan tablet dan laptop yang bisa diakses setiap saat. Asyiknya, belajar tak selalu di ruang kelas yang terbatas dinding tembok. Spidi memiliki rumah-rumah kayu yang dijadikan kelas. Santri pun bisa belajar seolah berada di gazebo pinggir pantai. Apalagi, sekeliling pondok penuh dengan pepohonan rindang. Bunga-bunga bermekaran di halaman. Naila memperlihatkan justru para santri Spidi bisa menjadi lebih unggul dalam dunia digital. Sebab, proses pembelajarannya pun nyaris semua dengan teknologi. Semua bisa memegang perangkat. Hanya saja, kontennya terbatas soal pendidikan dan wawasan yang disesuaikan dengan usia anak-anak. Akhirnya, Salsa pun setuju mondok bersama kakaknya. Sebab tinggal di pesantren modern itu ternyata tak membuat anak-anak dijauhkan dari teknologi. Sebaliknya, didekatkan dengan kemajuan namun dengan kontrol yang lebih terarah. Naila memang tidak sedang berbohong kepada adiknya agar mau mondok. Sebab, nyatanya Spidi memang sudah diakui sebagai sekolah dengan literasi digital yang baik. Sejak 2022, Spidi dinobatkan sebagai Google Reference School atau Sekolah Referensi Google. Predikat ini diserahkan oleh pimpinan Google untuk Asia Pasifik. Spidi menjadi sekolah pertama di kawasan timur Indonesia dan ketiga di Indonesia yang dinobatkan sebagai Google Reference School. “Pertama kali di timur Indonesia dan pertama di luar Jawa,” ucap Muzayyin Arif, Ketua Dewan Pembina Spidi. Muzayyin menegaskan, sekolahnya tak hanya konsisten mencetak generasi berakhlak dan salehah, namun juga melek digital. Terbaru, Amanda Aisyah Zasqia Arifin, siswi kelas XII SPIDI Female Boarding School (Sekolah Putri Darul Istiqamah) Maros, tampil percaya diri saat membawakan presentasi bertema “Aplikasi Manajemen Tugas Siswa dengan Gemini”. Di hadapan puluhan siswa dan guru dari berbagai sekolah di Indonesia, Amanda, anggota Siswa Google Mania (SIGMA) dengan lugas menjelaskan cara kerja Gemini, keunggulan AI generatif besutan Google, serta potensinya dalam menunjang proses pembelajaran. Dalam presentasi berdurasi sekitar satu jam, Amanda juga memaparkan bagaimana Gemini membantu membuat aplikasi tanpa perlu coding. “Tanpa mendalami coding, siapa pun bisa membuat aplikasi menggunakan Gemini. Ini langkah revolusioner yang membuka peluang besar bagi banyak orang,” ujar Amanda. Ia juga menambahkan bahwa Gemini sangat membantu dalam menyelesaikan tugas sekolah. “Saya sering menggunakan Gemini karena jawabannya lebih akurat dan terstruktur,” tuturnya. Sekretaris Direktur Spidi, Irmayanti menyatakan kebanggaannya. “Alhamdulillah, Amanda sukses. Kami pilih dia karena minat IT-nya kuat dan pernah membuat proyek digital sebelumnya,” ujarnya. Penampilan Amanda turut menuai pujian dari Leader Google Educator Group Pasuruan, Liza Timmy Zulva. “Spidi dan siswanya patut tampil di APAC (Asian Pasifik). Amanda keren, tetap tenang dan bisa improvisasi saat jaringan lemot,” tulis Liza. Amanda membuktikan, santri pun mampu bersaing di dunia digital global.
SPIDI-SADIQ GELAR OPEN HOUSE dan Parenting Seminar Bertajuk “The Beautiful of Holy Qur’an”

SPIDI-SADIQ GELAR OPEN HOUSE dan Parenting Seminar Bertajuk “The Beautiful of Holy Qur’an” Maros, 1/11/2025 – SPIDI Female Boarding School dan Sekolah Alam Darul Istiqamah (SADIQ) menggelar Open House dan Parenting Seminar Bertajuk “The Beautiful of Holy Qur’an”. Acara ini menjadi ajang kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam membentuk generasi Qur’ani berkarakter unggul, sekaligus memperkenalkan sistem pendidikan SPIDI dan SADIQ yang berbasis nilai-nilai Al-Qur’an. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Seminar Parenting bertajuk “The Beautiful of Holy Qur’an” bersama Ust. Muhammad Fakhrurrazy Anshar, B.Sh., MA., Ph.D. Direktur Eksekutif, Mukhlisah Arif, S.Pd.I mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi sekolah dalam memperkuat peran keluarga sebagai mitra pendidikan. “Melalui kegiatan ini, orang tua tidak hanya mengenal sistem pendidikan di SPIDI dan SADIQ, tetapi juga mendapatkan wawasan tentang penerapan nilai Al-Qur’an dalam pola asuh di era digital. Seminar parenting bersama Ust Fakhrurrazy diharapkan memberi inspirasi bagi keluarga untuk membangun generasi Qur’ani” Ujarnya. Mukhlisah menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk Launching secara resmi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2026-2027 dan SPIDI Privilege Card bagi calon siswa dan orang tua. Melalui kartu ini, sekolah berupaya membangun ekosistem kemitraan yang bisa memberikan manfaat lebih luas. Rangkaian School Festival 2025 turut menampilkan berbagai karya kreatif siswi, mulai dari proyek sains, seni, hingga teknologi digital. Di antaranya simulasi tsunami, energi terbarukan, lukisan, terarium dan paludarium, maket PLTB dan tambak garam, hingga kaligrafi akrilik. Karya-karya tersebut menjadi bukti integrasi nilai Qur’ani dalam pembelajaran kreatif dan aplikatif. Selain pameran, para siswi juga mengikuti Tes Uji Publik Bacaan Al-Qur’an, yang menguji hafalan, tajwid, dan pemahaman makna ayat. “Alhamdulillah, anak-anak tampil luar biasa. Mereka tidak hanya fasih membaca, tetapi juga mampu menjelaskan makna ayat dengan pemahaman yang baik,” kata Mukhlisah. Direktur Akademik SPIDI, Dr. Riza Sativani Hayati, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa SPIDI memiliki enam keunikan utama dalam sistem pendidikannya yang dirancang untuk membentuk muslimah cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia. “Pertama, Al-Qur’an menjadi rujukan utama dalam seluruh proses pembelajaran. Kedua, pembentukan muslimah personality agar siswi memiliki kepribadian tangguh dan berkelas. Ketiga, kami membekali mereka dengan life skill dan tech skill, memastikan setiap siswi memiliki minimal dua keterampilan unggulan yang relevan untuk masa depan,” jelasnya. Ia menambahkan, SPIDI merupakan salah satu sekolah berbasis Qur’ani dan teknologi pertama di luar Pulau Jawa yang memadukan pembelajaran modern, digital, dan spiritual. Melalui pendekatan joyful learning dan leadership experience, siswi dibimbing agar tumbuh percaya diri dan adaptif menghadapi tantangan zaman. Salah satu siswi SPIDI, Zafira, mengaku senang bisa belajar di lingkungan terbuka yang dekat dengan alam. “Kadang kami belajar di luar ruangan, di lapangan, supaya lebih menyatu dengan alam. Rasanya lebih menyenangkan dan segar, bisa belajar sambil melihat pemandangan,” tuturnya. Selain kegiatan akademik, para siswi juga dibekali pelatihan panahan, seni, serta pembelajaran bahasa Arab dan Inggris sebagai bagian dari pengembangan karakter dan kecakapan global. Melalui kegiatan ini, SPIDI dan SADIQ menunjukkan komitmennya untuk membangun sistem pendidikan yang mengintegrasikan nilai spiritual, kecerdasan intelektual, dan kemampuan teknologi, guna menyiapkan generasi muslimah yang siap menjadi pemimpin dan inovator masa depan. “Kami ingin menjadi pusat pendidikan Qur’ani yang tidak hanya mencetak hafidzah, tetapi juga pemimpin dan inovator masa depan,” tutup Dr. Riza.
SPIDI-SADIQ Galang Dana Hingga 24 JUTA Untuk Pengungsi Palestina di Lebanon.

SPIDI-SADIQ Galang Dana Hingga 24 JUTA Untuk Pengungsi Palestina di Lebanon. Maros,(1/11/25) – Rasa empati dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh keluarga besar SPIDI Female Boarding School dan Sekolah Alam Darul Istiqamah, melalui program Donasi Kemanusiaan untuk Pengungsi Palestina di Lebanon. Kegiatan ini diinisiasi oleh seluruh peserta didik SPIDI-SADIQ, guru, orang tua, dan civitas. Dengan penuh rasa syukur total donasi yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp24.000.000 (Dua puluh empat juta) dan telah disalurkan melalui Baitulmal Amanah Hijrah pada Sabtu, 1 November 2025. “Kami bersyukur karena di tengah acara OPEN HOUSE SPIDI-SADIQ yang penuh keceriaan, para siswa dan orang tua tetap menunjukkan empati yang luar biasa terhadap program Donasi Kemanusiaan untuk saudara kita Pengungsi Palestina di Lebanon” kata Dr. Riza Sativana Hayati, S.Pd., M.Pd. selaku Direktur Pendidikan SPIDI-SADIQ. Salah satu orang tua siswa SADIQ mengungkapkan rasa banggganya bisa ikut berkontribusi. “Saya bersyukur, SPIDI-SADIQ mengajarkan anak saya dalam menerapkan nilai-nilai kemanusiaan, walaupun dengan cara yang sederhana. Semoga melalui bantuan ini, bisa memberikan manfaat yang besar untuk saudara-saudara kita di Palestina”. SPIDI-SADIQ berharap Program ini tidak hanya menjadi momentum solidaritas, tetapi juga wadah pendidikan karakter bagi para siswa untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial sejak dini.
STOP Kekerasan, SPIDI Generasi Anti Bullying!
STOP Kekerasan, SPIDI Generasi Anti Bullying! Maros, 28/10/2025 – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, SPIDI Female Boarding School, kembali menunjukkan komitmennya dengan mengadakan aksi nyata dalam membentuk karakter siswi yang berakhlak dan berempati tinggi melalui Deklarasi Anti Bullying dan Stop Kekerasan. Kegiatan ini menjadi bagian dari campaign internal SPIDI untuk menanamkan nilai-nilai saling menghargai, menolak kekerasan dalam bentuk apapun. Untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswi di SPIDI. Kepala sekolah SPIDI, Zulfikar Asziddiq mengatakan “Bullying adalah pengkhianatan terhadap sumpah, dapat merusak persatuan, memecah belah, merendahkan manusia dan saudara seiman, karena perbedaan fisik, perbedaan status, perbedaan kemampuan hingga perbedaan intelektual”. Melalui kegiatan ini, para siswi diajak untuk melalukan aksi nyata untuk menghentikan perilaku bullying dengan menandatangani poster kampanye Deklarasi Anti Bullying dan Stop Kekerasan yang akan dipajang di papan bulletin sekolah sebagai pengingat visual untuk semua warga SPIDI. Salah satu siswi kelas X, Cinta Haryuni Amrullah, mengungkapkan kesannya setelah mengikuti kegiatan ini. “Dulu aku kira bullying itu cuma kalau memukul atau mengejek, tapi ternyata bisa juga lewat kata-kata, melalui lisan bahkan melalui social media. Sekarang aku jadi lebih hati-hati”. Melalui gerakan ini, SPIDI berharap setiap komunitas sekolah, guru, siswi, civitas, hingga orang tua bisa bersama-sama menjaga budaya positif di lingkungan pendidikan.
Gubernur Sulsel Kagum, Kontingen SPIDI Jambore Muslim Dunia Ada yang Hafizah 30 Juz

Gubernur Sulsel Kagum, Kontingen SPIDI Jambore Muslim Dunia Ada yang Hafizah 30 Juz Hari ini, kontingen SPIDI bertolak ke Jakarta dengan semangat mengharumkan nama Sulawesi Selatan di kancah internasional sekaligus membawa kebanggaan bagi Kabupaten Maros. Sebanyak 80 siswi Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI), Kabupaten Maros, akan mewakili Sulawesi Selatan pada World Muslim Scout (WMS) Jamboree 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, 9–14 September. Kontingen ini dilepas langsung oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (29/8). Dalam momen itu, ia kagum karena beberapa anggota kontingen SPIDI merupakan hafizah 30 juz Al-Qur’an. Tradisi di SPIDI diyakini menjadi kunci keberhasilan mereka. Santri terbiasa dengan program Tidur Lebih Awal (TILAWA) dan rutin menjalani qiyamul lail. Sepertiga malam mereka manfaatkan sebagai golden time untuk mengulang hafalan dengan lebih fokus. Dukungan juga datang dari daerah. Wakil Bupati Maros Andi Muetazim Mansyur, S.T., M.Si, melepas langsung kontingen SPIDI di Masjid Andi Murni Badiu, Maccopa, Maros. Ia memberi pesan khusus agar para santri menjaga nama baik sekolah dan Kabupaten Maros. Pelepasan di Maros berlangsung hangat, dihadiri jajaran pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Maros dan keluarga besar SPIDI. Dalam sambutannya, Andi Muetazim yang juga Bendahara Umum Kwartir Cabang berpesan agar santri tetap disiplin, menjaga kebersamaan, serta mengikuti arahan pembina selama kegiatan berlangsung.
Jejak dari Korea Selatan: Qimora Salsabila, Pemimpin yang Lahir dari Lapangan

Selesai sudah prosesi sakral pelantikan ketua, wakil ketua, beserta segenap jajaran pengurus Badan Eksekutif Santri (BESt) Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) di Masjid Andi Murni Badiu, sore Jumat, 5 September, untuk masa bakti 2025–2026. Kini, mari berkenalan dengan sosok Qimora Salsabila, ketua BESt terpilih. Siswi kelas 11 ini memiliki paras oriental yang memancarkan keanggunan. Suaranya lembut, membawa ketenangan, seolah memiliki daya tarik yang membuat siapa pun ingin mendengarnya. Kami berkesempatan berbincang dengan gadis remaja berusia 17 tahun tersebut selepas acara pelantikan di salah satu gazebo pesantren. Angin sore berembus lembut, seakan ikut merayakan pencapaian baru dalam hidupnya. Kami mengucapkan selamat kepadanya terlebih dahulu, lalu menyampaikan pesan penguatan agar bahtera BESt yang ia nakhodai berlayar dengan lancar. Ia mengucapkan terima kasih sambil tersenyum. Bagi Qimo, begitu ia akrab disapa, BESt adalah wadah baginya untuk mengembangkan potensi dan kemampuan, baik dirinya maupun teman-temannya. Selain itu, ia ingin memberikan kontribusi nyata bagi sekolah. Karena itu, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan saat seleksi ketua dibuka. “Saya juga ingin memberikan kontribusi terbaik bagi sekolah: membantu menjaga kebersihan lingkungan, menegakkan kedisiplinan, dan memperbaiki akhlak santri,” tegasnya. Tanpa strategi kampanye khusus, Qimora mengandalkan rekam jejak keterlibatannya sejak SMP hingga SMA dalam berbagai kegiatan internal maupun eksternal sekolah. Peran aktif itulah yang memperkenalkannya kepada para santri sekaligus menjadi magnet simpati pemilih. Qimo mengaku dirinya adalah orang lapangan, penjelajah sejati. Ia menempa diri di bawah terik matahari dan guyuran hujan, membangun karakter melalui gemuruh pengalaman di luar ruang kelas. Sepak terjang dan prestasinya terekam dalam jejak kegiatan nonakademik. Ia tercatat aktif di Gerakan Pramuka, yang membawanya terbang bersama tiga puluh rekannya dari SPIDI ke Korea Selatan untuk mengikuti Jambore Internasional pada 2023. Selain itu, ia juga berkiprah di Putri Merah Jambu, sebuah wadah seni santri tempat bakat dan karyanya di bidang seni dan sinematografi kerap meraih penghargaan, mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional. Tak hanya itu, ia juga tergabung dalam Paskibra. Puncaknya, pada perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia Agustus lalu, gadis kelahiran 1 Januari 2009 ini dipercaya menjadi pemimpin Paskibra sekolah, sebuah pengakuan yang menegaskan kapasitasnya. “Saya menyukai belajar di luar kelas. Mengikuti banyak organisasi dan kegiatan di luar ruang belajar membantu saya mendapatkan pengalaman dan pelajaran yang mungkin tak bisa saya dapatkan di kelas,” jawabnya ketika ditanya alasan terjun dalam banyak kegiatan nonakademik. Namun, Anda akan keliru jika mengira Qimora tak memiliki prestasi akademik. Ia adalah penghafal Al-Qur’an 30 juz dan kini fokus menjaga hafalannya dengan murajaah rutin. Ia pernah menyetor hafalan lima juz dalam satu kali duduk dan kini tengah mempersiapkan setoran hafalan sepuluh juz sekaligus. Selain itu, Qimora telah meraih sanad (ijazah) hafalan hadis, sebuah capaian yang jarang dimiliki remaja seusianya. Prestasinya juga merambah ke bidang akademik umum; ia berhasil meraih medali emas dan perunggu dalam ajang kompetisi Bahasa Inggris tingkat nasional. Mengapa Qimora memiliki banyak capaian akademik maupun nonakademik yang membanggakan? Jawaban atas pertanyaan itu bukanlah mukjizat, melainkan kerja keras yang lahir dari filosofi hidup yang kokoh. Alasannya membuat siapa pun harus mengangkat jempol. “Alhamdulillah, saya adalah pribadi yang pantang menyerah. Ketika melihat orang lain mampu, saya pun meyakinkan diri bahwa saya juga bisa. Itulah yang mendorong saya untuk terus belajar, mencoba, dan belajar dari kesalahan sebelumnya,” ungkapnya, mengurai benang merah dari setiap jejak kesuksesan yang ia rajut. Gadis pengagum Bung Karno ini tak menafikan bahwa perjalanan mendaki gunung prestasi tak akan berhasil tanpa dukungan banyak pihak. Ia menaruh hormat dan terima kasih setinggi-tingginya pada Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) yang ia sebut sebagai wadah terbaik, taman tempat bibit-bibit minat dan bakatnya tumbuh subur dan mekar. Lebih dari itu, ia bersyukur atas kehadiran dua matahari dalam hidupnya: Yudhi Hariyanto, sang ayah, dan A. Nur Indar Samad, sang ibu, yang tak pernah lelah memberikan dukungan penuh. Mereka adalah dermaga tempat ia berlabuh dan mengisi ulang energi. Ia tak akan mencapai sesuatu tanpa restu dan doa orang tuanya, dan ia tak akan bangga atas prestasi yang diraih tanpa dukungan mereka. “Ayah dan ibu tak pernah memaksakan kehendak mereka pada saya. Selama apa yang saya lakukan positif, mereka dukung. Bahkan sampai pada cita-cita saya ke depan, mereka serahkan pada saya,” tuturnya lirih. Dengan segala pengalaman dan bakatnya, kini Qimora siap mengayunkan sauh, memimpin bahtera BESt berlayar menuju cakrawala baru, menjadikannya wadah aspirasi dan kreativitas santri. Qimora adalah pemimpin yang ditempa alam. Panas ekstrim Jambore Internasional di Korea Selatan 2023, hujan deras latihan Paskibra, dan kerasnya medan Pramuka telah mengajarinya arti ketangguhan. Bagi Qimora, kepemimpinan bukan hanya dihasilkan oleh teori di balik meja dan tulisan di atas kertas, melainkan pelajaran dari lapangan: tentang bertahan, merangkul perbedaan, berinteraksi lintas budaya, dan memahami dunia. Sosoknya menjadi inspirasi nyata bagi semua santri bahwa kerja keras, tekad, dan dukungan adalah bahtera besar untuk mengarungi lautan kehidupan. Selamat berjuang, Qimora. Semoga sukses.
Pelepasan Kontingen Sulsel oleh Gubernur ke World Muslim Jamboree 2025

Assalamu’alaikum Sobat SPIDI,Salam Pramuka! Alhamdullilah 80 orang perwakilan dari Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) mengikuti Pelepasan Kontingen Sulawesi Selatan pada World Muslim Scout (WMS) Jamboree 2025 yang dilepas langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, S.T. selaku Ketua Majelis Perwakilan Daerah Gerakan Pramuka Sulsel di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan (Jum’at 29/08). Dalam momen tersebut Beliau menyampaikan kekagumannya pada kontingen yang berasal dari SPIDI karena beberapa anggota kontingen SPIDI merupakan penghafal 30 Juz Al-Qur’an. Ketika ditanya apa kunci utama dalam menghafal, salah satu siswa menjawab karena adanya program Tidur Lebih Awal (TILAWA) dan Qiyamul Lail. Menurutnya, waktu tersebut adalah golden time yang sangat efektif untuk menghafal Al-Qur’an dengan lebih fokus dan mendalam. Semoga partisipasi ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi pramuka muslim dunia, namun SPIDI sebagai Kontingen Sulawesi Selatan dapat menjaga nama baik daerah serta memberikan kontribusi terbaik dalam WMS Jamboree 2025.