1. Cahaya Islam Mengangkat Martabat Wanita
Islam hadir membawa cahaya pembebasan, risalah fundamental yang secara revolusioner mengangkat martabat wanita dari kegelapan jahiliah.
Rasulullah ﷺ menegaskan dengan kalimat yang ringkas namun mendalam:
«إِنَّمَا النِّسَاءُ شَقَائِقُ الرِّجَالِ»
Artinya: Perempuan adalah saudara sekandung (bagian yang tak terpisahkan) dari laki-laki. (HR. Abu Dawud)
Pernyataan kenabian ini menghapus sekat budaya lama dan menetapkan bahwa keduanya setara dalam kemanusiaan dan kesempatan di hadapan Allah.
2. Mengenang Kegelapan Jahiliah: Ketika Perempuan Jadi Beban
Sebelum datangnya Islam, kehidupan perempuan berada di titik terendah. Mereka dipandang sebagai beban sosial dan ekonomi. Kehadiran anak perempuan seringkali dianggap aib, bahkan tragedi.
Allah menggambarkan pedihnya keadaan itu:
﴿ وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ ﴾
Artinya: Bila seseorang dari mereka diberi kabar kelahiran anak perempuan, hitamlah wajahnya dan ia menahan amarah. (QS. An Nahl: 58)
Tragedi terbesar yang pernah terjadi adalah praktik mengubur bayi perempuan hidup-hidup (al-Mau’udah) yang merajalela. Islam datang mengutuk tindakan biadab ini, memberikan peringatan keras di hari perhitungan:
{وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ. بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ}$$
Artinya: Ketika bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya karena dosa apa ia dibunuh. (QS. At Takwir: 8–9)
Dengan ayat-ayat ini, Islam menutup lembaran kelam dan memulai babak baru yang penuh kehormatan dan keadilan.
3. Pilar Peradaban: Standar Kemuliaan Perempuan Muslimah dan Kedudukan Ibu
﴿ مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ﴾
Artinya: Siapa yang beramal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, Kami akan memberinya kehidupan yang baik. (QS. An Nahl: 97).
Perempuan muslimah dimuliakan dengan posisi strategis sebagai:
- Ibu: Pendidik generasi pertama (madrasatul ula).
- Penjaga Nilai: Sumber kasih sayang dan moralitas dalam keluarga.
Penghormatan terhadap ibu ditegaskan oleh Rasulullah ﷺ, Ketika ditanya siapa yang paling berhak mendapatkan bakti terbaik, beliau menjawab tiga kali: Ibumu, Ibumu, dan Ibumu kemudian ayahmu. Ini menunjukkan besarnya hak dan peran ibu yang harus dihormati.
4. Hak-Hak Perempuan dalam Islam
Syariat Islam menjamin berbagai hak dasar yang menjadi fondasi kemandirian dan martabat perempuan, suatu konsep yang diajarkan secara mendalam di Sekolah Islam modern dan pesantren.
- Hak Pendidikan dalam Islam
Rasulullah ﷺ bersabda: «طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ».
Artinya: Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim (laki-laki dan perempuan).
Melalui ilmu, perempuan menjadi madrasah pertama bagi anaknya, cahaya bagi keluarganya, dan teladan bagi masyarakatnya.
- Hak Harta Perempuan dalam Islam
Perempuan berhak penuh atas harta pribadinya (warisan, penghasilan, mahar) tanpa campur tangan suami.
﴿ وَآتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً ﴾
Artinya: Berikanlah mahar kepada para perempuan sebagai pemberian yang tulus. (QS. An Nisa: 4).
- Hak Menikah dengan Ridha
Pernikahan harus berdasarkan persetujuan perempuan (ridha). Rasulullah ﷺ menolak pernikahan paksa.
Beliau bersabda: «لَا تُنْكَحُ الثَّيِّبُ حَتَّى تُسْتَأْمَرَ».
Artinya: Janda tidak boleh dinikahkan sampai dimintai pendapatnya. Ridha perempuan adalah syarat sah yang dihormati mutlak oleh syariat.
5. Teladan Peran Muslimah: Sumbangsih Wanita dalam Sejarah Islam (Khadijah, Aisyah, Nusaibah)
Sejarah Islam adalah bukti nyata bahwa perempuan selalu menjadi kontributor utama:
- Khadijah binti Khuwailid: Penopang ekonomi dan moral dakwah pertama.
- Aisyah binti Abu Bakar: Ulama dan pendidik umat, salah satu sumber Hadis terbesar.
- Nusaibah binti Kaab: Pejuang sejati yang membela Nabi di medan perang.
Ini menunjukkan bahwa peran perempuan Muslimah mencakup semua aspek kehidupan: pendidikan, pemikiran, ekonomi, dan perjuangan.
6. Peran Wanita sebagai Muslimah Masa Kini dalam Pendidik dan Pemimpin
Tantangan zaman mungkin berubah, tetapi prinsip Islam tetap kokoh. Santriwati dan muslimah hari ini memikul peran sentral sebagai:
- Pendidik Keluarga: Menghasilkan generasi yang berilmu dan berakhlak.
- Penggerak Masyarakat: Aktif dalam bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan.
- Penjaga Nilai Moral: Menegakkan nilai-nilai keislaman di tengah arus perubahan global.
Generasi muda yang dididik di pesantren dan sekolah Islam terbaik adalah para pemimpin masa depan yang memanggul amanah ilmu, akhlak, dan keshalihan untuk membangun keluarga dan lingkungan yang berlandaskan nilai-nilai ilahi.
7. Bangga Menjadi Bagian dari Agama yang Memuliakan
Islam datang bukan sekadar memberi teori, tetapi membangun sistem yang menjamin hak, martabat, dan kehormatan perempuan secara utuh. Setiap muslimah memiliki potensi besar untuk menjadi cahaya dalam rumahnya, sumber manfaat bagi lingkungannya, dan penopang peradaban.
Semoga Allah menjadikan setiap perempuan muslimah sebagai sumber kebaikan dan penjaga nilai yang suci. Semoga hati kita senantiasa bangga menjadi bagian dari agama yang memuliakan perempuan sejak awal wahyu diturunkan.
Penulis: Ust. Mudzakkir Abidin, Lc.

